Tag Archives: jesse taslim

Potch Opal (common opal)

DSC_7338Minggu lalu, kami dihubungi oleh salah satu sahabat kami yang bernama Yusuf Alfarisi, beliau adalah orang yang pernah mengirimkan sebuah spesimen yang belum lama ini ditemukan dan teridentifikasi sebagai Magnesite Rock. Spesimen berwarna kuning yang kita dapatkan sekarang ini juga berasal dari Pulau Sulawesi, namun kali ini lokasinya didaerah mamuju, menurut informasi dari beliau.

Akhirnya kami memoles bongkahan ini untuk mendapatkan data propertis yang lebih akurat lagi:

REFRACTIVE INDEX: 1.45 SR
SPECIFIC GRAVITY: +/-2.11
MOHS HARDNESS: 6-6.5

Hasil analisa diatas mendekati ke spesies Opal dan karakternya yang tidak memiliki play of color (kembang) serta warna kekuningan, sehingga spesimen ini termasuk varian dari Opal yang disebut sebagai Common Opal atau Potch Opal.

Apakah Potch Opal itu?

Opal adalah sebuah formasi dari silika yang terhidrasi dan tidak memiliki struktur kristal (mineraloid). Sedangkan yang dimaksud dengan¬†Potch Opal adalah sama dengan Opal yang biasa kita temukan, namun bedanya, Potch Opal tidak memiliki “kembang” (play of color) sehingga masuk dikategori “Common Opal”, sedangkan Opal yang memiliki kembang adalah “Precious Opal”.

Sedikit ingin saya tambahkan untuk para penambang, bahwa sebenarnya penemuan Potch Opal itu bisa memberitahu kita ke arah mana untuk mendapatkan Opal yang memiliki “kembang” (play of color). Alur lapisan/garisan Opal di dalam deposit adalah kuncinya, biasanya para penambang luar menggunakan petunjuk ini untuk mendapatkan varian yang lain.

DSC_7391

Terima kasih
Jesse Taslim

Photo:Ashari Odon & Jesse Taslim
Ref: Gemological Institute of America (GIA), Walter Schumann, & Opalauction.

Advertisements

Menciptakan ‘Star’ (asterism) di Batumulia.

Video diatas menampilkan sebuah batumulia berbentuk oval dengan polesan cabochon dan menghadirkan sebuah fenomena asterism (star).  Safir, Garnet, mungkin juga Spinel, atau spesies lainnya bisa hadir di kepala kita jika hanya dengan kasat mata, tapi setelah di analisa propertisnya, spesimen diatas hanyalah sebuah Synthetic Cubic Zirconia.

Bukankah untuk menghadirkan sebuah Asterism (star) di sebuah spesimen natural (alam) harus/wajib adanya inklusi (biasanya Rutile) yang saling silang menyilang (intersecting) agar dapat menghasilkan sebuah fenomena ‘Star’?, lalu, apakah Cubic Zirconia ini memiliki inklusi tersebut?, tentu tidak.

Cubic Zirconia, Glass (manmade), Syntetic, dan lain lain, bahkan batumulia natural lainnya yang tidak memiliki inklusi (flawless clarity) dapat diolah lagi untuk dapat menghadirkan fenomena ini. Dengan goresan saling silang menyilang di bagian bawah yang datar (flat), sehingga cahaya yang masuk ke dalam media (batumulia) yang dipoles cabochon dapat memantulkan kembali cahaya tersebut dan mengikuti permukan yang membulat sehingga dapat menghadirkan fenomena ‘Star’ (asterism).

Caranya, tentu memerlukan keahlian khusus ketika menciptakannya, tentu dengan alat gores yang memiliki kekerasan melebihi spesimennya. Silahkan mecoba, enjoy.

Terima kasih
Jesse Taslim

Foto dan Video: Jesse Taslim