Tag Archives: batu mulia

Menciptakan ‘Star’ (asterism) di Batumulia.

Video diatas menampilkan sebuah batumulia berbentuk oval dengan polesan cabochon dan menghadirkan sebuah fenomena asterism (star).  Safir, Garnet, mungkin juga Spinel, atau spesies lainnya bisa hadir di kepala kita jika hanya dengan kasat mata, tapi setelah di analisa propertisnya, spesimen diatas hanyalah sebuah Synthetic Cubic Zirconia.

Bukankah untuk menghadirkan sebuah Asterism (star) di sebuah spesimen natural (alam) harus/wajib adanya inklusi (biasanya Rutile) yang saling silang menyilang (intersecting) agar dapat menghasilkan sebuah fenomena ‘Star’?, lalu, apakah Cubic Zirconia ini memiliki inklusi tersebut?, tentu tidak.

Cubic Zirconia, Glass (manmade), Syntetic, dan lain lain, bahkan batumulia natural lainnya yang tidak memiliki inklusi (flawless clarity) dapat diolah lagi untuk dapat menghadirkan fenomena ini. Dengan goresan saling silang menyilang di bagian bawah yang datar (flat), sehingga cahaya yang masuk ke dalam media (batumulia) yang dipoles cabochon dapat memantulkan kembali cahaya tersebut dan mengikuti permukan yang membulat sehingga dapat menghadirkan fenomena ‘Star’ (asterism).

Caranya, tentu memerlukan keahlian khusus ketika menciptakannya, tentu dengan alat gores yang memiliki kekerasan melebihi spesimennya. Silahkan mecoba, enjoy.

Terima kasih
Jesse Taslim

Foto dan Video: Jesse Taslim

Advertisements

Apa yang kita lihat dengan Handloupe

Apa yang kita lihat dengan Handloupe?

A.Menilai permukaan
Ketika mulai mempelajari permukaan dari sebuah Batumulia, maka hal ini bersangkutan dengan kualitas pemotongan atau pemolesannya.

Seperti yang kita lihat di permukaan, apakah mulus dan terlihat mengkilap?, ini adalah tanda sempurnanya sebuah pemotongan/pemolesan. Kita mungkin melihat adanya lubang kecil (pit) dan goresan. Jika hanya sedikit dan tidak terlihat dengan kasat mata, maka efek mengurangi kecemerlangan (Brilliant) juga tidak terlalu signifikan.

Andaikan mendapati banyaknya lubang-lubang kecil (berjumlah banyak) yang tidak terlihat dengan kasat mata di permukaan, maka hal ini ada efek terhadap kecemerlangannya. Awalnya efek ini tidak terlalu terlihat, tetapi ketika kita mensejajarkannya dengan batumulia lain yang memiliki permukaan yang mulus, maka efek kurangnya kecemerlangan, akan semakin terlihat.

Jika kita sulit memastikan sebuah tanda di batumulia itu berada di permukaan atau di dalamnya, maka rubahlah posisi batumulia sehingga cahaya memantul di permukaan. Ketika permukaan menjadi ‘kaca’, maka inklusi yang di dalam akan tidak terlihat lagi, sedangkan yang di permukaan akan terlihat jelas.

This slideshow requires JavaScript.

Selain inklusi yang berada di permukaan, hal lain yang harus kita perhatikan adalah kesempurnaan pemotongan/pemolesan itu sendiri. Dalam batumulia dengan pemotongan/pemolesan yang sempurna, maka akan memperlihatkan formasi yang baik dalam bentuk maupun ukuran yang sama dengan ujung siku-sikunya saling bertemu dengan tepat.

B. Girdle (‘pinggang’)
Untuk batumulia lainnya, memang jarang ditemukan girdle yang tidak terpoles. Sedangkan di berlian, para cutter memotong/memoles girdle dengan cara yang berbeda dengan batumulia lainnya dikarenakan kekerasan ekstrim yang dimilikinya. Di girdle ini, kita juga bisa menemukan nomor barcode berlian dan tentunya dengan sedikit latihan, kita bisa menentukan kualitas girdle di berlian, apakah poor? fair? good? very good? dan excelent?

This slideshow requires JavaScript.

C.Facet (potongan)
Untuk menilai sebuah kualitas pemotongan, maka yang dilihat adalah saling bertemunya ujung potongan, sudut tajam. Seluruh potongan harus berada di barisan yang sama dengan ukuran dan bentuk yang sama.

D.Culet (bagian paling akhir/bawah)
Lalu, balikkan batumulia anda secara terbalik dan lihatlah ke culet. Kadangkala Batumulia ditaruh bersamaan (lot) dalam sebuah bungkusan dan dapat mengakibatkan benturan maupun gesekan pada beberapa bagian, untuk Berlian biasanya terjadi di bagian paling bawah yang disebut dengan culet. Sekali lagi, jika tak terlihat tanpa perbesaran, ini tidak akan berdampak pada keindahan permata secara signifikan.

This slideshow requires JavaScript.

Sekarang kita dapat memahami pengaruhnya bagaimana kualitas sebuah pemotongan pada Batumulia. Sedikit ke-tidaksempurnaan masih bisa diterima, tapi pekerjaan pemotongan yang ceroboh sangat berpengaruh mengurangi keindahan.

This slideshow requires JavaScript.

Kesalahan kecil pada pemotongan yang tak terlihat dengan kasat mata, jika anda adalah seorang Gemologist pemula dan pelaku pasar pemula, menggunakan handloupe (10x) dapat membuat anda memberikan kesempatan pertama meng-apresiasi akan semua hal yang kita sebutkan diatas.

Terima kasih

Jesse Taslim

Hand Loupe dan cara penggunaannya

Hand loupe merupakan salah satu alat yang penting bagi gemolog dan pelaku pasar. Kita bisa mempelajari lebih dalam akan batumulia yang kita miliki atau yang akan kita miliki, dan alat ini lebih mudah digunakan dibanding alat-alat gemologi lainnya. Faktanya, alat ini termasuk yang  termurah dan dapat dibawa ketika bepergian. Kita bisa membawanya di tas kecil, bahkan di dalam saku, dan nanti kita akan merasakan bahwa alat ini bisa menjadi ‘teman dekat’ kita, gemolog dan pelaku pasar.

Kaca pembesar hadir dalam banyak varian. Pembuat atau ahli perbaikan jam lebih memilih jenis yang dapat menempel di rongga mata. Lalu ada yang di buat seperti kacamata atau yang bisa dipasang di kaca mata, beberapa ada yang di fasilitasi dengan penerangan (lampu), atau fitur mewah lainnya. Tapi untuk gemolog dan pelaku pasar, hand loupe lebih di anjurkan.

Sebuah Hand Loupe dengan pembesaran 10x adalah yang paling baik digunakan. Meskipun kita dapat menemukan pembesaran yang lebih tinggi diatasnya, namun kedalaman penglihatan, dan titik fokus akan menjadi lebih sulit untuk ditentukan. Mikroskop adalah alat yang lebih baik, jika kita ingin menggunakan pembesar yang lebih tinggi lagi. Hand Loupe dengan pembesaran yang lebih rendah juga ada, tetapi kita tidak akan melihat sedetail dengan Loupe ini, sehingga 10x Hand Loupe telah menjadi standar untuk pemeriksaan batumulia yang berada di tangan kita.

standardloupe-regKetika mencari atau menggunakan alat ini, kemungkinan akan menemukan istilah-istilah yang asing bagi kita, seperi kata ‘triplet’ ( tiga lapis) dan ‘color correction’ (koreksi warna). Yang dimaksud dengan triplet berarti memiliki 3 lensa yang berguna untuk mengurangi distorsi di sekitar tepi lensa. Sedangkan yang dimaksud dengan color correction adalah adanya fasilitas lapisan khusus untuk koreksi warna. Ini berarti bahwa warna yang kita lihat adalah alami dan tidak terdistorsi ketika menggunakan alat ini.

loupe14loupe12

Dengan menggunakan alat standar ini, yang seorang ahli gunakan untuk dapat menilai kualitas dari sebuah batumulia dengan bantuan pencahayaan yang baik, dengan 10x pembesaran, fasilitas koreksi warna, dan triplet. Ini sudah menjadi standar untuk profesional evaluasi berlian dan keseluruhan batumulia.

Cara menggunakan

Menggunakannya memerlukan sedikit latihan, sehingga nanti kita akan terbiasa dengannya. Ketika membukanya, maka bagian yang tidak berlensa bisa kita jadikan genggaman. Bagi pembesar yang memiliki pegangan berongga, maka kita bisa masukan jari telunjuk dan rapatkan di pipi agar pembesar tersebut stabil. Bagi pembesar yang tidak berongga, kita bisa menggenggam dengan cara yang menurut kita senyaman mungkin dan sekarang kita hanya memiliki satu tangan bergerak untuk fokus.

IMG_6147

triplet1Sebelum fokus pada batumulia melalui pembesar, kita harus memperhatikan cahaya di sekitar. Jika ingin melihat permukaan batumulia, mengevaluasi pemotongan dan pemolesan, tentu kita menginginkan pencahayaan yang sempurna untuk menyinari permukaannya. lampu meja dan ruangan cukup mudah, namun jika menggunakan cahaya matahari, maka biarkan cahaya tersebut melalui bahu kita. Hal yang terpenting adalah hindarkan adanya bayangan yang menutupi batumulia kita.

IMG_6149

LONDON - DECEMBER 07: A jeweler examines a brilliant cut 1.01 carat diamond on December 7, 2006 in London, England. The UN General Assembly passed a resolution on December 4, 2006 backing the Kimberley Process, a global initiative aimed at preventing "conflict diamonds" from funding warfare and civil unrest. The issue will be highlighted by the forthcoming release of the new Leonardo Di Caprio film "Blood Diamonds" (Photo by Bruno Vincent/Getty Images)

Untuk melihat inklusi di dalam batumulia, kita memerlukan cahaya di belakangnya yang bersinar menembus melalui batumulia. Sering kali kita mendapatkan melihat keduanya, permukaan maupun interiornya, hal ini bisa terjadi dikarenakan masih adanya cahaya disekitar ruangan dan bisa diatasi dengan sedikit penyesuaian. Menggerak-gerakkan batumulia kita ke posisi terbaik dan mengurangi pencahayaan ruangan adalah hal yang jitu jika ingin fokus ke inklusi.

DSC_0016

213Untuk fokus dengan pembesar, genggamlah dengan stabil menyentuh pipi. Tetap buka kedua mata untuk mengurangi ketegangan mata kita dan tahan batumulianya di depan pembesar. Lalu gerakkan batumulia tersebut maju dan mundur sampai mendapatkan titik fokus. Kemudian latihlah untuk melihat permukaan sampai ke titik belakang. Batumulia yang berukuran kecil, kita bisa mendapatkan fokus langsung di keseluruhan, sedang untuk ukuran yang lebih besar, kita memerlukan fokus di area tertentu dan di area lain setelahnya.290705

Sekian dari kami sedikit penjelasan akan informasi mengenai hand loupe. Sebenarnya alat ini bukan suatu hal yang patut dikesampingkan dalam dunia batumulia. Anda ingin sukses dalam dunia batumulia?, gunakanlah loupe di setiap batumulia yang mampir di tangan anda mulai saat ini. Kami yakin, dalam hitungan bulan, anda akan merasakan perbedaannya.
s-l1600
Kemungkinan besar pengetahuan akan sebuah spesies, varian, treatment, sintetik, imitasi, dan bahkan origin dari sebuah batumulia akan semakin dikenali dan dalam waktu dekat akan kami tambahkan artikel mengenai trik-trik menggunakan hand loupe dalam menganalisa sebuah batumulia dan aspek keberagamannya.

Terima Kasih
Jesse Taslim, G.G.

Photo: Adam Effendi & Google

 

 

kontes batumulia di Indonesia

Kontes batumulia mungkin tidak jauh berbeda dengan kontes burung, ikan maupun kontes lainnya. Tapi kontes terakhir yang kudatangi (juga tidak berbeda dengan kontes kontes yang kudatangi sebelumnya), mengingatkan kepada sebuah game yang paling kugemari, yaitu Sam kok atau dengan nama lainnya Romance of three kingdom (strategy/RPG).

Tidak berbeda dengan gamenya, dikontes juga bertebaran jendral-jendral seperti Cao-Cao, Liu Bei, Yuan Shu, Ma-Teng, Sun Jian, Dong Zhuo, Gongsun Zan, Lu Bu, Zang Lu, dan lainnya. Ada jendral yang berusaha memasuki ‘pemerintahan’, juga Jendral yang kebingungan melihat situasi baru, dan tidak luput jendral yang pulang sebelum masa peperangan berakhir.

Tapi yang lebih menarik adalah adanya manusia manusia nomaden, yang sering mengikuti kontes-kontes di beberapa kota berbeda dengan niat untuk menambah pemasukan keluarganya, memperkenalkan barang dagangannya, lalu juga mengikuti kontes dan mengharapkan menjadi pemenang, dan juga tidak lupa, ada yang sedang menunggu mangsa-mangsa barunya.

Dengan penyelenggara yang berbeda dan tentu dengan juri yang berbeda pula, sehingga kesempatan menjadi pemenang pun semakin besar. Dengan menjadi pemenang tentu nilai batumulianya bisa bertambah berkali-kali lipat.

Bangsa nomaden yang katanya sudah hampir punah, sekarang sudah berganti baju. Dulu yang menggunakan unta dan kuda serta tinggal di dalam tenda, sekarang sudah menggunakan pesawat, mobil dan tinggal di hotel. Mereka saling kenal dan faham satu sama lain, namun yang pasti mereka tidak memiliki sebuah wadah pemersatu sehingga sangat mudah sekali diboncengi oleh mereka yang memang tidak pantas diberi gelar jendral.

Paling tidak, dengan adanya wadah pemersatu neo-nomaden (boleh jika kita sebut mereka sebagai ini), keuntungan yang didapat akan lebih banyak lagi. Tidak sedikit dari mereka yang merasa dikecewakan oleh kontes-kontes yang mereka ikuti. Contohnya seperti penipuan yang dilakukan penyelenggara sehingga tidak terlaksananya kontes tapi biaya sudah dikeluarkan, lalu keuntungan lainnya adalah menyeleksi juri kontes, juri yang sudah dikenal pernah ‘cacat’ maka otomatis tidak akan dipanggil lagi oleh penyelenggara atas permintaan neo-nomaden, dan juga dapat melindungi mereka dari beberapa neo-nomaden lainnya yang ‘nakal’ seperti menutup pembeli untuk tidak ke tempat peserta lainnya, menjatuhkan batumulia dagangan peserta lain, bahkan tidak jarang saya dengar dari beberapa orang bahwa ada yang berani menjual barang-barang palsu (tentu mengakunya tidak palsu) dengan harga yang tinggi.

Hanya dikarenakan memiliki skill marketing, yang sebenarnya ini adalah penipuan yang dirubah menjadi peluang. Tentu hal ini jika dibiarkan akan membuat tamu pendatang kontes menjadi trauma dan akan merugikan peserta kontes lainnya, secara langsung maupun tidak langsung.

Saya rasa, penyelenggara-penyelenggara kontes batumulia yang baru akan terus bermunculan dan neo-nomaden yang baru juga akan lahir terus-menerus. Dengan adanya wadah pemersatu, mereka bisa saling mengenal, menjaga satu sama lain, dan saling menghormati, sehingga peserta, juri, dan penyelenggara akan berfikir dua kali untuk melakukan hal yang tidak baik.

Namanya juga kontes, pasti minim pendidikan, pasti yang dikedepankan adalah perlombaan, tidak ada yang salah dalam hal ini, karena namanya juga kontes, bukan pameran dan pendidikan batumulia. Namun sifatnya hanya akan mendidik manusia Indonesia untuk menjadi pedagang, bukan ilmuwan. Tentu dengan adanya wadah neo-nomaden yang jujur, bisa mencetak manusia Indonesia yang jujur dalam perdagangan, juri-juri yang jujur, dan penyelenggara yang jujur. Semakin banyak yang jujur, tentu dunia batumulia Indonesia akan semakin terang berderang dan berjalan dengan lebih stabil lagi.

Dan yang sebenarnya menjadi pemenang adalah batumulianya, bukan manusianya.

Terima kasih

Jesse Taslim, G.G.
IMG_5250 IMG_5185 IMG_5251 IMG_5108

DSC_0110 DSC_0297

IMG_5009

Chalcedony

Chalcedony adalah formasi kristal dari SIO2 (Silicon dioxide), Chalcedony juga disebut dengan Cryptocrystalline Quartz dikarenakan terbentuk dari kristal-kristal kecil Quartz yang tidak bisa terlihat dengan kasat mata. Karakternya Bermotif dan memiliki barisan alur (banding), juga bisa tanpa alur dan memiliki warna intense bluish green seperti Chrysocolla in Chalcedony, yellowish green yang biasa kita sebut Chrysoprase, atau berwarna orange kemerahan yang disebut dengan Carnelian. Karakter lainnya adalah Botryoidal sifat pertumbuhan kristalnya  yang bermulai dari sebuah ‘rongga’ dan memiliki penampilan bergelombang yang terlihat seperti sekumpulan buah anggur.

Chalcedony termasuk yang tersebar di muka bumi, kurang lebih ada 50 negara yang memilikinya. konsentrasi depositnya terdapat Indonesia, Australia, Amerika, Brazil, India, Madagascar, Uruguay, Srilangka, dan beberapa negara lainnya.
IMG_3586

Profil:

Warna:
Bluish, white, grey. warna lain karena adanya trace element.

Fenomena:
Iridescence (Fire and Iris Agate)

Karakter optik:
AGG

Index bias:
1.535 to 1.539 (1.53 to 1.54 spot reading)

Birefringence:
Biasanya tidak terdeteksi

Dispersion:
Tidak terdeteksi

Pleochroism:
Tidak terdeteksi

Spektrum absorpsi:
Tidak terdeteksi

Berat jenis:
2.60 (+0.10/-0.05)

Tingkat kilau permukaan:
Greasy to vitreous polish luster

Hardness:
6.5 to 7

1.Green Chalcedony; Green Chalcedony dengan nikel sebagai agen pewarna.
Certificate Kecil

2.Carnelian; Carnelian, sebutan ini  di dapat dari buah Cherry karena warnanya. Mulai dari yellowish orange ke brownish red.
carnelian

3.Sard; Sard adalah Carnelian yang memiliki saturasi warna lebih rendah. Mulai dari red brown ke deep brown.
sard

4.Chrome Chalcedony; Chrome Chalcedony, varian yang berwarna hijau dan kebiruan dengan chromium sebagai agen pewarna. Chrome Chalcedony biasa disebut juga dengan Mtorolite.
chroome copy

5.Chrysoprase; Chrysoprase adalah varian dari Chalcedony yang memiliki warna yellowish green (apple green). Sama dengan Green Chalcedony dengan agen pewarna Nikel.
chrysoprase

6.Chrysocolla in Chalcedony; Chrysocolla in Chalcedony adalah salah satu varian dari Chalcedony yang memiliki Chrysocolla di dalamnya. Biasa  disebut juga dengan Gem Silica.
bacanA248 - 20150113_173601 copyDSC00759

7.Bloodstone;
Bloodstone adalah varian dari Chalcedony yang memiliki karakter spot brown atau kemerahan.
bloodstoneplasma-chalcedony

8.Onyx Chalcedony;
Salah satu varian yang memiliki warna gray to black dengan alur banding warna putih maupun hitam.
onyx

9.Agate;
Varian yang memiliki alur banding dan masih tembus cahaya dengan warna yang bervariasi.
IMG_1516

10.Picture Agate;
Sama dengan Agate, namun alur bandingnya membentuk sebuah gambar.
IMG_0011IMG_001212065586_954988637872713_8571499961202536783_n

11.Dendritic Agate;
Adanya sebuah inklusi dari iron atau mangan yang membentuk seperti pohon atau akar pohon yang disebut dendrites.
dendriticA106 - 20150916_105942 A067 - 20150902_124356IMG_1319

12.Moss Agate;
Adanya inklusi Chlorine yang terlihat seperti lumut di dalam.
moss agateA015 - 20150807_124923

13.Fire Agate;
Bantalan Limonite yang berlapis dengan irridescence yang diciptakan melalui difraksi cahaya.
fire_agate_23_1024x1024FIRE-AGATE

14.Iris Agate;
Varian yang memiliki warna irridescence tipis di dalam ketika adanya tranmisi cahaya.
6202399607_2c905c2112_b Opalsetc022 tumblr_n3jmxiSmyO1sjr8bdo1_500

15.Jasper;
Sama dengan Agate namun tidak tembus cahaya (opaque)
6ocean-jasper-dv117NoreenaJasper

16.Picture Jasper;
Sama dengan Jasper, namun alur banding membentuk sebuah gambar.
IMG_0008IMG_0013

17.Petrified Wood Chalcedony;
Kayu yang memfosil ‘bersamaan’ dengan Chalcedony.
petrifiedwood chalcedonyA050 - 20150827_153730DSC_0106

18.Fossilized Coral Chalcedony;
Coral yang memfosil ‘bersamaan’ atau di Chalcedony.
IMG_1295DSC_0083

Terima kasih
Jesse Taslim, G.G

Foto:Octa ardina Landas, Fauzy Bobsaid & Google

Chrysocolla in Chalcedony (Gem Silica)

Chrysocolla In Chalcedony (7 +/- mohscale) adalah adanya unsur Chrysocolla di dalam Chalcedony, memiliki warna dari hijau, hijau kebiruan, biru kehijauan sampai biru. Batu Mulia ini juga dikenal dengan nama ‘Bacan’ di Indonesia, karena terdapatnya konsentrasi deposit di Pulau Bacan Kepulauan Maluku. ‘Gem Silica’ adalah nama lain yang dikenal oleh para ‘Trader’ Internasional, tapi biasanya ‘Gem Silica’ dikhususkan untuk Chrysocolla in Chalcedony yang sudah mencapai tingkat kejernihan dan ‘peleburan’ warna yang maksimal.
rse ID card copy rgrg
Daya tarik dari Batu Mulia ini adalah warnanya yang luar biasa, warna ‘intens’ dikarenakan adanya ‘copper salts’ yang menembus di kisi-kisi kristal Chalcedony yang colorless (tidak berwarna). Memang Chrysocolla (saja) adalah formasi kristal untuk tempat ‘bernaung’ copper salts, namun Batuan ini tidak memiliki kekerasan yang sama dengan Chalcedony. Chrysocolla (saja) hanya memiliki kekerasan di angka 2-4 mohscale, sehingga tidak layak dijadikan perhiasan.

Kebetulan Chalcedony merupakan salah satu batuan yang berpori-pori (Porous), sehingga unsur Chrysocolla maupun lainnya yang terdapat di dalam bisa ‘keluar’ sedikit demi sedikit. Sehingga pada akhirnya, Batu Mulia ini bisa memiliki tingkat kejernihan maupun warna yang maksimal. Hal ini-lah yang membuat Chrysocolla in Chalcedony disebut sebagai batu Mulia yang bisa bermethamorphosis.

Akhirnya, perubahan yang bisa terjadi di Batu Mulia ini membuat pelaku pasar untuk berfikir lebih untuk mencari cara yang lebih cepat. Banyak cara yang bisa kita baca di beberapa blog maupun website dan juga tidak sedikit yang berhasil menciptakan sebuah cairan untuk mempercepat keluarnya unsur-unsur yang terdapat di dalamnya. Namun sampai saat ini, selama cairan tersebut mampu membuat unsur lain keluar dan tidak mengendap di dalam, maka para ahli tentu tidak akan menemukan bukti adanya treatment. Kecuali jika cairan tersebut bersifat ‘mengendap’ sehingga terlihat seperti adanya konsentrasi warna yang masuk kedalam, kurang lebih seperti karakter di treatment Dyed (pencelupan).

Refrensi mengenai perawatan (treatment) untuk chrysocolla in Chalcedony yang datang dari luar negeri tidak begitu jelas, mungkin hal ini dikarenakan mereka lebih fokus kepada Korundum, emerald, Chrysoberyl dan lainnya atau mungkin mereka lebih menyukai perubahan yang terjadi secara alami untuk batu mulia ini.

Saran kami, ketika Anda melakukan pembelian dari dalam dan Luar Negeri, maka tanyakan terlebih dahulu akan kekerasan dan tentu jika sudah yang bersertifikat akan lebih baik lagi. Biasanya Chrysocolla (saja) yang memiliki kekerasan hanya di angka 2-4 di luar negeri disebut dengan ‘Multi colour Chrysocolla’ dan yang di dalam negeri disebut dengan ‘Bacan lembek’.

Jika kekerasannya di angka +/- 7 mohscale maka ini adalah Chrysocolla in Chalcedony atau yang diluar disebut juga dengan nama Gem Silica. Warna yang seperti ‘Paraiba’ dan kelangkaannya yang hanya terdapat di beberapa negara seperti di Amerika Serikat (Arizona dan New Mexico), Mexico, Peru, Filipina, Taiwan dan Indonesia adalah faktor yang membuat Chrysocolla In Chalcedony (Gem Silica) menjadi varieti teratas di keluarga Chalcedony.

sdfsg sdv GetAttachment.aspx
PROFIL:

Warna:
Blue, Greenish blue, bluish green, and green. Tingkat kejernihan dari Translucent ke semitranslucent.

Fenomena:
None

Karakter
optik:
AGG

Index bias:
1.535 to 1.539 +/- (1.53 to 1.54 spot reading)

Birefringence:
Biasanya tidak terdeteksi/terbaca

Dispersion:
Not diagnostic

Pleochroism:
Not Diagnostic

Spektrum absorpsi:
Not Diagnostic

Sumber warna:
Cooper 

Berat jenis:
2.50 to 2.60 +/- (might be lower)

Tingkat kilau permukaan:
Dull or Waxy

Hardness:
6.5 – 7 Mohscale

Toughness:
Excellent

Identifikasi karakter dalam:
fDs A030 - 20140923_141027 copy A031 - 20140923_141052 copy A032 - 20140923_141117 copy A034 - 20140923_141231 copy A245 - 20150113_173456 copy A246 - 20150113_173522 copy A247 - 20150113_173547 copy A248 - 20150113_173601 copy A250 - 20150113_173729 copy A252 - 20150113_174017 copy A257 - 20150113_174821 copy A258 - 20150113_175103 copy A274 - 20150116_164643 copy A275 - 20150116_164650 copy A276 - 20150116_164723 copy A277 - 20150116_164736 copy A283 - 20150116_165112 copy

Terima Kasih.

Jesse Taslim, G.G

Batu Mulia dan Perjalanannya (Bagian 1)

Seorang Madam, dengan mobil limosinnya, telah sampai ke suatu tempat pelelangan yang cukup terkenal di kotanya, lalu seseorang menghampirinya sambil memberikan sebuah tongkat kayu berbentuk seperti dayung, dengan tulisan sebuah nomor dan beliau pun segera duduk di tempat favoritnya.
auctionphoto1

Lalu, ada satu pasangan yang sedang merayakan hari ulang tahun pernikahannya yang ke 40 tahun, dengan memasuki sebuah toko perhiasan yang dimiliki oleh sebuah keluarga. Lalu sang pemilik pun memberi sambutan di pintu muka, sambil mengantarnya duduk di depan sebuah counter.

jewelery store

Minke, seorang wanita yang berkerja di sebuah rumah sakit sebagai seorang suster senior baru saja sampai di rumahnya. Lalu dia membuat secangkir teh hangat, menyalakan televisi dengan chanel belanja batu permata melalui televisi, dan bersantai di depan layarnya.
television-watching-photo1

Hari itu, sepertinya mereka semua ingin membeli Batu Permata, Madam pun memenangkan lelang dengan membawa pulang Ruby dengan berat 4.50 carat, yang dibelinya dengan harga 110 juta rupiah. Pasangan yang sedang berbahagia itu mendapatkan sebuah liontin yang terbuat dari platinum dengan harga 35 juta rupiah, dimana liontin itu dihiasi oleh 8 buah Emerald dengan berat 8.25 carat. Dan Minke, akhirnya mematikan televisi setelah membeli sebuah liontin perak yang dikelilingi 10 buah Spinel dengan berat total 5.50 carat dengan harga 3 juta.

Perlu kita sadari bahwa cerita diatas merupakan sebagian perjalanan dari sebuah batu permata, yang awalnya memang berasal dari dalam bumi.

Kunta Kinte, seorang anak berumur 13 tahun yang hidup di pedalaman benua Afrika, yang dengan lincahnya selalu memperhatikan gerak gerik ayahnya yang suka bepergian secara diam-diam dengan beberapa temannya. Sehingga suatu saat dia pun bertanya, “Ayah ! kemana Ayah pergi ? Aku ikut !” Menyadari bahwa anaknya sudah cukup besar, sang ayah pun mengajak.

Dengan membawa bekal dan perlengkapan seadanya, melewati jalan berpasir yang tandus, yang hanya dihiasi oleh beberapa pohon yang memang pantas hidup di tengah tanah yang kering. Perjalanan yang cukup panjang pun tak terasa karena diisi oleh candaan Ayah dan teman temannya, sehingga sampailah mereka di sebuah pohon besar. Sambil meneduh dan menenggak air putih yang dibawanya, sang ayah pun menunjuk ke arah bukit yang dihiasi oleh banyak pepohonan besar nan rimba. “Tempat itulah yang akan menjadi tujuan kita,” ujar sang ayah.
Kalahari_E02_00

Mungkin bukit rimba ini tanda bahwa perjalanan sudah dekat, namun medan pun semakin berat dikarenakan lebatnya pepohonan yang diisi oleh rawa-rawa. Setelah beberapa saat, akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan. Ada sebuah kolam yang tidak terlalu besar atau lebih pantasnya disebut kubangan. Mereka pun langsung menceburkan diri sambil membawa beberapa alat. Mereka menyekop dan mengayak tanah dan batuan yang didapatnya dari dasar kolam. Setelah beberapa jam, sang ayah pun berteriak kegirangan, “Aku dapat !”.

africamining

Sebuah kristal berbentuk heksagonal yang berwarna merah sebesar setengah jari telunjuk pun terlihat di tangannya, dan sekitar 5 atau 6 buah kristal kecil dengan warna lainnya telah ditemukan juga oleh teman-teman sang ayah. Setelah hari menjelang sore, akhirnya mereka pun meninggalkan tempat itu kembali menuju ke desa. Lalu keesokan harinya sang ayah dan 1 orang temannya sambil mengajak Kinte beranjak menuju ke kota untuk menjual apa yang mereka dapati kemarin.
stones
Sesampainya di kota, di suatu tempat yang di penuhi banyak orang, yang mirip seperti lapangan yang di pinggirnya di isi oleh kedai-kedai kopi tempat si pembeli dan penjual bertemu dan juga mobil-mobil yang di parkir di pinggir jalan, dengan penumpangnya yang menggunakan sebuah helm dengan kaca pembesar di depannya sambil dikerumuni beberapa penjual. Kunta kinte pun meminta izin kepada ayahnya untuk berjalan-jalan melihat di sekitarnya.

Pasar itu dipenuhi oleh para pembeli dari beberapa negara, Dia melihat beberapa pembeli yang berambut pirang, dari bahasanya menandakan mereka adalah orang-orang dari Eropa, juga banyaknya pembeli yang duduk di kedai-kedai dengan berbahasa Srilanka dan sepertinya yang paling banyak adalah mobil-mobil yang terparkir di pinggir jalan, mereka adalah pembeli dari Thailand.

Mr Wu, seorang pakar batu permata senior yang memiliki keahlian dalam membeli batu permata yang masih berbentuk kerikil (bahan). Dengan helm kaca pembesarnya dia pun memperhatikan satu persatu bahan yang mampir ke tangannya. Akhirnya di sore hari, walaupun dengan transaksi yang cukup alot, kerikil heksagonal milik ayah Kinte pun jatuh ke tangannya. Dengan banyaknya bahan yang didapat selama satu minggu, Mr Wu pun bersiap siap untuk beranjak pulang ke negara asalnya, Thailand.
ruby rough2

Bersambung ke: https://jesse-taslim.com/2014/10/16/batu-mulia-dan-perjalanannya-bagian-2/

Jesse Taslim, G.G.