Bagi khalayak ramai, subjek dari fenomena optik batu mulia cukup membingungkan, tidak hanya dengan mengapa dan bagaimana, tetapi juga dengan terminologi yang kita gunakan hari ini untuk menggambarkan efek optik tersebut. Karena kebanyakan dari kita menyadari, bahwa memahami terminologi batu mulia bukanlah hal yang sederhana. Faktanya, banyak istilah-istilah gemologi yang tidak dimengerti oleh para ahli penerjemah sekalipun.

Dalam dunia gemologi ada istilah “fenomena batu mulia” yaitu sesuatu yang menampilkan fenomena properti optik yang tidak biasanya. Fenomena optik ini hasil dari cahaya yang berinteraksi atau interferensi akan struktur anatomi dari batu mulia. Interaksi atau interferensi dapat berupa hamburan cahaya, refleksi, refraksi, difraksi, penyerapan, atau transmisi. Ada beberapa macam fenomena di batu mulia, ada yang umum dan sederhana, sementara yang lainnya sangat langka. Dibawah, akan kami jelaskan satu persatu mengenai jenis-jenis fenomena:

Tenebrescence:
Fenomena ini adalah yang paling langka dari semua fenomena optik. Tenebrescence adalah suatu kemampuan unik untuk jenis tertentu yang dapat mengubah warna ketika terkena sinar Matahari dan adanya proses waktu untuk kembali setelah tiadanya cahaya. Fenomena ini berbeda dengan fenomena “color-change” yang langsung berganti warna dengan dua jenis cahaya yang berbeda, sedangkan tenebrescence, untuk kembali ke warna awal diperlukan waktu yang tidak sebentar, bahkan bisa sampai seminggu. tenebresIstilah lain untuk fenomena ini adalah “photochromism reversible”. Tenebrescence hanya terjadi pada beberapa mineral saja, salah satunya dari varietas langka dari spesies sodalite yang disebut sebagai hackmanite yang berwarna ungu ketika pertama kali ditambang, tetapi ketika terkena sinar Matahari, warnanya akan memudar menjadi putih keabu-abuan atau kehijauan. Ketika ditempatkan kembali ke tempat yang gelap untuk waktu yang lama, warna untuk akan perlahan kembali.

Adularescence:
Adularescence adalah fenomena optik yang dinamai “adularia”, nama yang merujuk kepada nama sejarah dari moonstone. 20799156_288611814876855_7942647559216338702_nEfeknya disebabkan oleh interferensi cahaya yang disebabkan oleh deposit berlapis dari beberapa material berbeda. Efek adularescence sering digambarkan sebagai gelombang internal dari cahaya bergelombang yang tampak mengapung seperti awan bergerak. Cahaya itu tampaknya berasal dari dalam spesimen daripada permukaan. Moonstone, sejauh ini adalah yang paling terkenal untuk adularescence, tetapi banyak jenis lainnya yang dapat menunjukkan fenomena ini, termasuk opal. Meskipun di opal biasanya disebut sebagai “opalescence”. Selain opal, rose quartz juga dapat menampilkan fenomena ini, namun “kekuatan” fenomenanya tidak se-intens seperti di moonstone.

Aventurescence:
Fenomena ini adalah efek yang berkilauan yang disebabkan oleh pantulan cahaya dari inklusi-inklusi yang mirip seperti cakram berukuran kecil, biasanya terdiri dari mika, tembaga atau hematite.Sunstone forms in many places around the world, but Oregon sunstone is unique for its copper content. Istilah “schiller” atau “sheen” sering digunakan untuk menggambarkan fenomena ini. Aventurine quartz adalah yang paling terkenal dari aventurescence. Meski demikian, aventurescence dapat terjadi di jenis batu mulia lainnya juga, seperti sunstone dan andesine labradorite di feldspar.

n001 - 20120420_1141422Iridescent:
Adalah efek multi warna seperti pelangi yang disebabkan oleh difraksi cahaya. Ketika cahaya melewati lapisan material yang berbeda dengan refraktif indeks yang berbeda, efek prisma menyebabkan cahaya terpisah menjadi berbagai warna spektral. Efek fenomena ini juga bisa disebabkan oleh fraktur internal dan garis lemah dari kristal. Meskipun iridescent adalah fenomena optik yang paling umum ditemukan, namun tidak diragukan lagi menjadi salah satu fenomena yang memukau, termasuk di fire agate, ammolite, dan rainbow pyrite.

Labradorescent:
Efek ini disebabkan oleh difraksi cahaya melalui komposisi berbeda yang pipih dan halus, serta inklusi-inklusi kecil lainnya. labradorescentEfek labradorescent sangat terarah dan menampilkan warna spektral metalik yang memukau dengan warna biru cerahnya, ungu, hijau, merah, oranye, dan kuning keemasan.
Labradorescent, kurang lebihnya berformasi yang sama seperti fenomena iridescent, namun istilah ini hanya digunakan untuk mengacu kepada jenis labradorite feldspar, dikarenakan keunikan dan intensitas fenomena yang luar biasa ini.
(Untuk melihat video fenomena adularescence dan labradorescence klik tulisan ini)

Color-Change:
Perubahan warna pada batu mulia termasuk salah satu fenomena yang lebih langka dan menarik. Tidak seperti pleochroism, kemampuan perubahan warna tidak bergantung pada sudut pandang. DSC_9036_Dengan fenomena color-change, warna dapat berubah ketika dilihat di bawah jenis cahaya siang hari (daylight) dan lampu pijar (incandescent light). Hanya beberapa jenis langka dari batu mulia yang terbentuk dengan beberapa jendela transmisi cahaya, yang dapat menunjukkan kemampuan untuk mengubah warna (konsep yang hampir sama dengan konsep kristal dengan pembiasan ganda dan pleochroism).
Untuk membantu memahami fenomena ini, batu mulia yang berwarna merah akan terlihat merah karena menyerap semua frekuensi cahaya kecuali merah (satu jendela transmisi). Tetapi batu mulia yang memiliki fenomena color-change, yang menyerap semua frekuensi kecuali biru dan merah (dua jendela transmisi)-akan tampak biru ketika cahaya yang kaya akan panjang gelombang biru (daylight), dan akan tampak merah ketika cahaya yang kaya dengan panjang gelombang merah (incandescent light). Meskipun jenis “alexandrite” (chrysoberyl) adalah yang paling terkenal, fenomena color-change juga dapat terjadi di jenis sapphire, garnet, dan diaspore.
(Untuk melihat video fenomena alexandrite klik tulisan ini)

Chatoyancy (cat’s eye):
Fenomena cat’s eye adalah pantulan cahaya yang terkonsentrasi dari inklusi “jarum” paralel yang sejajar dalam titik sumbu tunggal kristal. catseyeHal ini menghasilkan garis cahaya yang terlihat seperti “mata” ketika spesimen diorientasikan sempurna dan dibentuk membulat permukaannya (cabochon). Beberapa jenis kualitas tinggi “cat’s eye” dapat menunjukkan efek “milk & honey”, yang dapat dilihat ketika memindahkan cahaya ke satu sisi spesimen dan memusatkan cahaya di sisi (lateral); hal ini menghasilkan satu sisi tampak gelap, sementara sisi lainnya tampak terang. Cat’s eye chrysoberyl adalah jenis yang paling terkenal yang memiliki fenomena ini, selain itu fenomena ini juga terdapat di quartz, tourmaline, apatite, beryl, moonstone dan beberapa jenis lainnya.
(Untuk melihat video fenomena chatoyancy klik tulisan ini)

Asterism (stars):
Secara teknis, fenomena ini hanya tampilan bentuk yang diperluas lagi dari “chatoyancy”. Seperti halnya efek cat’s eye (chatoyancy), asterism juga merupakan hasil serat dan inklusi “jarum” paralel yang sejajar, namun tidak menyelaraskan dalam satu titik sumbu tunggal, melainkan dua atau lebih titik sumbu. irridescentneedleTitik-titik sumbu yang saling menyilang dengan inklusi yang sempurna adalah sebab dari munculnya keunikan refleksi cahaya dalam bentuk 4 dan 6 garis bintang. Untuk jenis yang memiliki fenomena ini dengan 4 atau 6 garis bintang, disebabkan oleh inklusi yang bernama “rutile” dan mengenai yang bergaris 12 bintang, disebabkan oleh inklusi “rutile” dan “hematite”. Spesimen yang memiliki fenomena ini harus benar-benar berorientasi dan dibentuk membulat permukaannya (cabochon) untuk memaksimalkan asterism yang diinginkan. Ruby dan sapphire adalah jenis yang paling populer, namun ada beberapa jenis lainnya yang memiliki fenomena ini, seperti diopside, garnet, quartz, dan moonstone.
(Untuk melihat video fenomena asterism klik tulisan ini)

Play-of-color:
Kilauan warna pelangi di spesies opal yang berganti/berubah dari sudut observasi. Mikroskop elektron menunjukkan sebab dari fenomena ini pada pembesaran 20.000x; adanya bola-bola kecil dari mineral crystobalite yang bersamaan dalam gel silika menyebabkan fenomena interferensi difraksi cahaya. Diameter bola-bola kecil ini 1-2 per 10.000 milimeter. playofcolorSelain ke-intensitas fenomena ini penting, ragam warna dan posisinya juga tidak kalah pentingnya.  Memang tidak semua play-of-color di spesies opal (precious) itu dapat menghadirkan banyak warna. Sebagian, bahkan hanya memiliki satu atau dua warna saja. Biasanya warna merah menjadi yang diinginkan, oranye selanjutnya, diikuti oleh warna hijau. Namun, warna yang disukai dapat bervariasi dengan fashion atau preferensi pribadi. Selain itu, play-of-color di opal dapat berubah seiring dengan sudut pandang atau jenis cahaya. Yang paling bernilai dari opal (precious) tentu yang dapat menghadirkan banyak ragam warna dengan intensitas warna yang baik, serta play-of-colornya yang terdapat di hampir seluruh badan spesimen.
(Untuk melihat video fenomena play-of-color klik tulisan ini)

Terima kasih
Jesse Taslim

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.