“Seorang gemologist ketika menganalisa, dia seperti sedang memasuki rimba belantara dan memiliki misi untuk menemukan satu-satunya kelinci didalamnya” 

Salah satu deskripsi awal yang menyebutkan adanya treatment di batumulia terdapat di karya-karyanya Pliny the elder (Gaius Plinius Secundus), seorang ilmuwan Romawi yang hidup diantara tahun 23 Masehi dan 79 Masehi.194735-004-1ED6414E Dalam 37 buah karya yang diciptakannya, selain menerangkan mengenai botani, biologi, zoologi, astronomi, dan beberapa topik penting lainnya termasuk Batumulia. Pliny menyebutkan tentang penggunaan oil (minyak), dyeing (pencelupan), dan foilback untuk memperbaiki tampilan batumulia pada zamannya, dan treatment tersebut masih digunakan sampai saat ini.

Hari ini, treatment merupakan salah satu bagian terpenting dalam dunia Batumulia dan industri perhiasan. Tanpa treatment, suplai beberapa Batumulia ke dalam jantung dunia industri perhiasan bisa terbatas. Batumulia seperti Ruby, Sapphire, Emerald, Tanzanite, dan Topaz dengan warna dan kualitas yang seadanya, bisa menjadi kurang diinginkan jika tidak ada tindakan treatment. Sebagai konsumen, secara teratur kita akan menemukan batu mulia yang telah mengalami treatment untuk mengubah penampilan mereka.

Topik yang sering muncul adalah apakah batu mulia yang berada ditangan kita sudah ditreatment atau sebaliknya. Dalam arti, manusia dapat mengubah semua bahan spesimen yang mereka dapat dari dalam Bumi, dan tentu, cara mempersiapkannya untuk digunakan sebagai perhiasan. Bermula dari bahan yang masih kasar (rough), lalu mereka potong dan poles sedemikian rupa, sehingga layak digunakan sebagai perhiasan. Langkah-langkah ini selalu menjadi prosedur rutin yang digunakan. Diluar pemotongan dan pemolesan, batu mulia juga dapat diperlakukan dengan berbagai macam metode untuk mengubah atau meningkatkan penampilan, dan bahkan memperkuat daya tahan.

Treatment di Batumulia adalah hal yang kontroversial. Topik ini mulai ramai dibicarakan di dunia Batumulia dan industri perhiasan sejak sekitar 25 tahun lalu. Treatment dapat membuat Batumulia menjadi tersedia dan lebih bernilai di pasar dan tentu dapat meningkatkan ke-ingintahuan si pengguna, apakah Batumulia yang digunakannya adalah alami secara keseluruhan atau merupakan bagian dari campur tangan manusia. Mengetahui dan memahami akan treatment, bagaimana dan mengapa treatment bisa hadir, lalu juga mengetahui akan isu disekitarnya tentu akan menjadi salah satu modal kesuksesan dalam dunia batu mulia.

Bleaching: Bahan kimia yang digunakan untuk mengubah atau mengurangi komponen, serta warna keseluruhan dari batu mulia yang berpori-pori (pouros).gt1 Beberapa jenis batu mulia dibleaching terlebih dahulu dan kemudian didyed, suatu bentuk “kombinasi treatment”. Jadeite jade sering dibleaching untuk menghilangkan komponen coklat (iron stain) yang tidak diinginkan dari sebuah bahan. Bleaching pada jadeite jade biasanya merupakan bagian dari proses dua langkah; karena cairan bleaching menyebabkan bahan menjadi sedikit lebih berpori atau rentan terhadap kerusakan di sekitar retakan/patahan, sehingga akhirnya diberlakukan ‘polymer impregnation’ untuk menutupi/mengisi ruang terbuka sehingga dapat menghasilkan penampilan keseluruhan yang lebih baik. Selain jadeite jade, mutiara (pearl) secara rutin juga dibleaching dengan hidrogen peroksida untuk meningkatkan keseragaman warna mereka. Selain itu, quartz, chalcedony, dan tiger’s eye juga dapat dibleaching untuk mencerahkan warnanya. 

Coating: Mengubah penampilan batu mulia dengan menerapkan zat pewarna seperti cat di permukaan belakang spesimen (pavilion), atau cat yang diaplikasikan sebagai pelapis untuk semua atau sebagian permukaan spesimen dengan efek mengubah warna.coating layer in natural emerald Batu mulia bercoating yang paling sering ditemui, salah satunya adalah berlian. Lapisan film tipis kadang kala digunakan untuk mengubah warna berlian. Bahkan, tidak sedikit yang menggunakan tinta spidol yang permanen disepanjang permukaan girdle (pinggang) dari berlian, yang akhirnya menyebabkan tampilan muka (face-up) terpengaruh oleh warna tinta yang digunakan. Selain itu, metode coating yang lebih modern, dengan menggunakan lapisan tipis dari metal oxide. Selain berlian, emerald dan quartz juga sering ditemui dengan treatment ini. 

Dyeing: Zat atau cairan pewarna yang memasuki retakan/patahan (cracks) untuk batu mulia jenis kristaline dan meresap masuk ke pori-pori untuk jenis batu mulia yang berpori-pori (pouros) untuk mengubah atau menambah warna spesimen.0200835 Mutiara (pearls) yang berkualitas rendah sering dilakukan treatment ini untuk meningkatkan penampilannya. Treatment ini telah digunakan sejak zaman kuno untuk material seperti coral, turquoise, lapis-lazuli, howlite, jade nephrite, chalcedony, quartz, emerald, dan ruby.

Saat treatment ini diterapkan padan material yang berpori, daya tahannya mungkin berumur panjang, tetapi tentu hal ini juga tergantung dari bahan yang digunakan dan reaksinya terhadap lingkungan sekitar. Sedangkan, pada jenis material yang kristaline, treatment ini berstatus lebih lemah lagi. Beberapa cairan pewarna tidak stabil dengan pelarut seperti alkohol maupun acetone, dan juga ada yang tidak stabil dengan paparan sinar ultraviolet dibawah sinar Matahari dan dapat memudar seiring waktu. 

Fracture atau cavity filling: Mengisi patahan, retakan atau rongga yang mencapai permukaan dengan bahan seperti glass, resin, lilin, atau minyak (oil) untuk menyembunyikan visibilitas mereka (retakan).flash effect and gas bubble in natural ruby with glass filling treatment Zat yang digunakan untuk treatment ini cukup bervariasi, mulai dari yang padat hingga cair seperti minyak, dan tidak menutup kemungkinan bahan yang digunakan juga bercampur dengan zat pewarna. Contohnya seperti ruby, banyaknya retakan yang menjangkau permukaan dipenuhi dengan glass untuk mengurangi visibilitas retakan dan membuat spesimen lebih transparan dari sebelumnya, bahkan dalam beberapa kasus, jumlah glass dapat signifikan dalam spesimen. Begitu juga dengan emerald, retakan yang mencapai permukaan terkadang diisi dengan beberapa macam jenis oil (minyak) dan juga dengan “resin tiruan” (epoxy) untuk mengurangi visibilitas retakan dan tentu menambah tingkat kejernihan menjadi lebih baik tentunya. Zat-zat yang digunakan tentu memiliki tingkat stabilitas yang berbeda-beda. dan volumenya juga dapat bervariasi, mulai dari insignifikan sampai major. 

Daya tahan dari treatment ini tentu tergantung pada zat yang digunakan. Glass cenderung lebih kuat dan lebih tahan lama dari resin maupun oil. Perubahan tekanan udara, suhu panas, atau bahan kimia keras dapat mempengaruhi tampilan batu mulia yang ditreatment ini. 

Heat treatment: Treatment yang bertujuan untuk mengubah warna atau tingkat kejernihan (clarity) sebuah batu mulia dengan metode pemanasan/pembakaran (heat).171 Contohnya seperti amber, jika direndam dengan minyak panas, warnanya dapat menjadi lebih gelap lagi, dan materialnya dapat terlihat lebih jelas. Heat treatment juga dapat menghilangkan inklusi yang berwarna kecoklatan atau meringankan warna yang terlalu gelap pada amethyst. Selain itu, amethyst juga dapat dirubah menjadi citrine dengan treatment ini. Tanpa treatment ini, aquamarine banyak yang berwarna biru-kehijauan. Pemanasan yang terkendali pada aquamarine dapat menghapus komponen warna kehijauan dari spesimen untuk menghasilkan tampilan yang lebih biru. Pada ruby, heat treatment dapat menghilangkan warna keunguan dan akhirnya memberikan warna merah yang lebih solid. Pada sapphire, treatment ini dapat mengintensifkan, atau bahkan menyebabkan warna biru.z001 - 20120130_134600 Treatment ini juga dapat menghilangkan inklusi-inklusi kecil seperti rutile agar spesimen terlihat lebih jernih lagi. Tanzanite, sering di heat untuk menghilangkan komponen warna coklatnya, sehingga akhirnya dapat hadir dengan warna biru keunguan yang lebih kuat. Pada tourmaline, warna hijau yang gelap bisa menjadi lebih terang dan kita semua mengetahui, bahwa rubelite salah satu varian dari tourmaline adalah hasil dari treatment ini. Juga untuk zircon yang berwarna kecoklatan, dapat dirubah warnanya menjadi beberapa warna lainnya, bahkan biru yang intens dengan heat treatment. Heat treatment juga bisa dengan menggunakan unsur asing lainnya, seperti flux, lattice, dan berylium.

Daya tahan dari treatment ini bisa bertahan lama dan permanen dalam kondisi yang normal.

Impregnation: Permukaan batu mulia dari jenis yang berpori-pori diserap dengan polymer, lilin atau plastik untuk memberikan daya tahan yang lebih besar dan memperbaiki penampilannya. Batu mulia yang paling sering ditreatment ini adalah turquoise, lapis lazuli, jade, amazonite, rhodochrosite, dan serpentine. Impregnation dapat bertahan lama, selama tidak terkena panas dan beberapa jenis bahan kimia yang keras.r001 - 20160819_110738

Irradiation: Perlakuan terhadap sebuah spesimen batu mulia dengan teknologi radiasi buatan manusia untuk mengubah warna. Treatment ini kadang kala juga sering diikuti oleh heat treatment untuk memodifikasi lagi warna yang diinginkan. Neutron dan radiasi elektron adalah penyinaran yang paling umum, dan sangat mungkin untuk menghasilkan berlian hitam, hijau, biru, kuning, oranye, pink dan merah dengan treatment ini.colored-diamond-chart

Daya tahan treatment ini cukup bervariasi. Beberapa jenis batu mulia bisa memudar warnanya setelah terkena cahaya disekitar. Diamond, blue topaz, dan quartz cenderung stabil selama tidak mengenai suhu yang ekstrim (obor alat perhiasan dapat mereaksinya). Beberapa warna kuning dari sapphire yang diradiasi bersifat tidak stabil dan memudar jika terkena cahaya yang kuat. Colorless topaz (tidak berwarna) memiliki nilai komersial yang rendah di market saat ini, tetapi dengan adanya treatment yang dapat menghadirkan topaz dengan warna biru, sehingga akhirnya market dapat menerimanya.

Lattice diffusion: Penetrasi unsur-unsur tertentu (biasanya menggunakan titanium) ke dalam kisi permukaan selama dilakukannya proses heat treatment dengan tujuan mengubah atau menonjolkan warna. Color Concentration at facet juncttion in natural sapphire with lattice diffused treatmentMetode ini juga dapat menghasilkan fenomena asterism pada sebuah spesimen, biasanya dari jenis korundum.

Treatment pada batu mulia diterima dengan baik dalam perdagangannya, tetapi sangat penting untuk diungkapkan ketika terjadi jual-beli, karena peningkatan (treatment) ini dapat mempengaruhi nilai batu mulia atau memerlukan perawatan khusus. Dalam kasus batu mulia yang berkualitas, praktik yang biasa dilakukan adalah memberikan laporan uji dari laboratorium gemologi yang independen. Laboratorium terbaik yang memiliki peralatan yang memadai serta gemologist yang memiliki pengalaman untuk mendeteksi berbagai macam treatment. 

(klik untuk menonton video tentang lattice diffusion star/synthetic star)

Namun, penting bagi konsumen untuk memahami bahwa batasan untuk pengujian gemologikal saat ini. Tidak semua jenis treatment batu mulia dapat terdeteksi dengan menggunakan instrumen canggih, meskipun spektrometer tingkat lanjut dapat melakukan analisis yang sangat tepat terhadap komposisi kimia dari batu mulia. 

Treatment pada batu mulia akan sulit terdeteksi jika tidak ada jejak yang terlihat. Contohnya heat treatment pada suhu yang rendah yang dapat meningkatkan warna pada jenis tertentu, seperti aquamarine, tanzanite, zircon, dan apatite.loose_colored_gemstones Nilai jual pada jenis yang seperti ini, tidak mengalami perbedaan yang signifikan dalam jual-beli, antara yang di treatment dan sebaliknya. Situasi dengan ruby maupun sapphire sangat berbeda. Sebagian besar dari jenis ini sudah dilakukan heat treatment ketika memasuki pasar dan dilakukan dengan suhu pemanasan yang cukup tinggi untuk peleburan inklusi dan meningkatkan warnanya. Treatment seperti ini mudah terdeteksi di bawah mikroskop oleh gemologi berpengalaman, sehingga antara kualitas terbaik yang tidak di heat treatment mampu terjual dengan harga premium, sehingga ada perbedaan persentase yang cukup tinggi terhadap spesimen yang sudah di treatment. 

Akhirnya, perlu difahami bahwa ada sejumlah spesies batu mulia yang tidak di treatment apapun, contohnya seperti spinel, garnet, beberapa varietas tourmaline, dan chrysoberyl, serta beberapa jenis batu mulia lainnya. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa manusia dapat memberlakukan treatment apapun, bahkan manusia bisa melakukan lebih dari 1 treatment pada batu mulia yang berada ditangannya.

Tanda jejak treatment yang ditinggalkan pada batu mulia adalah modal dasar seorang gemologist untuk mendeteksinya. Jika tanda yang ditinggalkan terlalu minim, lalu inklusi spesimen juga bisa menyembunyikan jejak tersebut, selain itu juga tingkatan treatment yang diberlakukan, banyak atau sedikitnya cairan, bahkan rendah dan tingginya suhu yang dilakukan,sehingga gemologist yang handal pun bisa saja terlewatkan akan jejak-jejak yang ditinggalkan treatment tersebut.

Laboratorium yang independen tentu bukan sebuah lab yang selalu mengikuti hasil akhir yang sama dengan keinginan kita, tapi yang mampu menganalisa batu mulia dengan sejujurnya berdasarkan bukti-bukti yang terdeteksi. Komunikasi antara gemologist dan pelaku pasar adalah salah satu jalan keluar dari berbagai masalah yang biasa terjadi di dunia batu mulia dan semoga dunia batu mulia semakin berkualitas lagi.

Terima kasih

Jesse Taslim

Refrensi: Gem Research International (GRI), Gemological Institute of America (GIA), & Gemresearch Swisslab (GRS)

Pictures: Jesse Taslim, G.G, Adam Harits, G.G, Muhammad, A.G, & Mingma Sherpa, G.G

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

One thought on “Gems treatments (Batu mulia dan treatmentnya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.