“Keputusan untuk membeli permata itu lebih berdasarkan emosional daripada berdasarkan analisis”

Batu mulia telah menjadi suatu spesimen yang diinginkan, dipuji dan dinilai berharga sepanjang sejarah umat manusia. Selain menjadi hadiah yang berharga, batu mulia juga sering dilambangkan sebagai cinta dan apresiasi. Lalu, metode apakah yang bisa digunakan untuk atau ketika ingin memilikinya?

Poin yang terpenting, yang perlu kita fahami adalah batu mulia dinilai dari eksklusivitasnya. Contohnya seperti batu mulia yang memiliki ukuran timbangan yang besar akan memiliki nilai yang lebih tinggi, namun hanya sebuah ukuran timbangan yang besar, tidak berarti bahwa batu mulia tersebut lebih baik secara keseluruhan. Pada akhirnya, itu adalah preferensi pembeli ketika menentukan apakah nilai yang sebenarnya dari batu mulia itu tepat untuk mereka. Ketika memilih batu mulia, carilah batu mulia yang membuat anda merasa yang terbaik.

Pada berlian kita mengenal istilah 4 C yaitu; color, clarity, cut, & carat. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Robert M Shipley pendiri dari Gemological Institute of America (GIA-1931). Sebagai mantan pelaku pasar, beliau berkomitmen untuk memprofesionalkan industri perhiasan di Amerika dengan mendirikan sebuah institusi (GIA) yang menyediakan pelatihan-pelatihan formal untuk menciptakan pasar yang beretika dan berkualitas dalam jual-beli.

Di bawah arahan Shipley, istilah 4C menjadi bagian dari industri permata Amerika, dipopulerkan melalui kampanye iklan dan kuliah pendidikan GIA, dan dalam beberapa dekade, mereka diintegrasikan ke dalam nomenklatur internasional juga.

Rumus 4C ini sebenarnya khusus untuk berlian, namun para ahli menyimpulkan bisa juga digunakan untuk seluruh batu mulia lainnya. Tentu, dengan banyaknya jenis dan varian, sehingga penilaian akan lebih abstrak lagi.

4C’s

1.Color (warna)
Dalam Batumulia, warna adalah faktor yang paling menentukan. Di hampir sebagian besar jenisnya, selalu menghadirkan warna yang berbeda-beda, kecuali sebagian kecil yang memang colorless (tidak berwarna) atau memiliki warna yang muda/rendah. Para ahli menganalisis opsi berwarna dalam 3 komponen penting, yaitu: hue, tone, dan saturation.

Hue adalah warna dasar batu mulia. Tone mengacu pada terang atau kegelapan warnanya. Sedangkan saturation mengacu pada kemurnian atau intensitas warna utama. Sebagai aturan umum, warna yang terang, intens, murni, kaya dan tajam dianggap sebagai produk terbaik. Batu permata yang paling berharga adalah yang menunjukkan warna murni dengan hanya sedikit warna-warna sekunder. Warna utama harus medium, tidak terlalu gelap atau terlalu terang. Saat membeli batu permata, Anda perlu menyadari rentang warna dan penilaian yang obyektif, tetapi sebaiknya bergantung pada mata dan hati Anda. Pilih batu permata Anda dengan mempercayai naluri Anda.

-Hue (warna) adalah kesan pertama dari warna dasar suatu benda. Hue menjelaskan sebagai red, orange, yellow, green, blue, violet, purple, atau kombinasi/percampuran dari warna-warna tersebut. Sistem warna yang biasa digunakan dunia permata internasional berjumlah 31 jenis warna seperti yang tertera di grafik bawah ini dan sistem warna ini berasal (dirangkum oleh) dari GIA (Gemological institute of America).

Sistemnya menggunakan istilah singkatan: warna yang dominan atau yang lebih kuat akan menjadi warna dasar. Contohnya, Red (merah) yang menjadi warna dasar tapi mengandung sedikit warna purple (ungu) maka akan tertulis slpR (slightly purplish red) dan sebagainya. Perlu difahami bahwa warna bisa berada di perbatasan antara dua warna dan persepsi individu yang akan menilai hal ini.
-Tone adalah tingkatan gelap (darkness) atau muda/ringannya (lightness) sebuah warna. Sistem ini membagi ‘tone’ menjadi 11 tingkatan. Mulai dari colorless (transparent) atau white (opaque) di tingkat 0 (nol) sampai makin bertambah gelap gray sampai black di tingkat ke 10.

-Saturation
 (saturasi) adalah kekuatan warna atau intensitas. Sistem ini membagi menjadi 6 tingkatan. Jika hue memiliki kandungan warna brownish atau grayish maka tingkatan saturasinya berada di angka 3 atau lebih rendah. Jika warna brownish atau grayish tampak jelas maka saturasinya berada di tingkatan 1 atau 2, jika kita hanya bisa melihat sedikit saja, maka berada di angka 3. Jika tidak memiliki kandungan warna brownish atau grayish, maka tingkat saturasinya berada di angka 4 atau lebih tinggi lagi. Semakin tinggi, maka semakin atraktif.

2.Clarity (Tingkat kejernihan)
Tingkat kejernihan juga merupakan suatu hal yang penting pada batumulia, tapi standarisasinya berbeda. Menerapkan standar gradasi kejernihan berlian pada batumulia adalah suatu kesalahan, dan dapat membuat kita banyak melewatkan batumulia yang sebenarnya cukup baik.

Standarisasi tingkat kejernihan pada batumulia itu tergantung tipe-tipenya. Sejak batumulia hadir dengan berbagai macam jenis, GIA (Gemological Institute of America) mengklasifikasikan batumulia dengan ‘type 1’, ‘type 2’, dan ‘type 3’.

Type 1-Batumulia pada tipe ini biasanya bebas dari inklusi. Kemungkinan pada kualitas terbaik dari tipe ini, kita hanya dapat menemukan inklusi kecil yang hanya terlihat dengan handloupe 10x. Jadi ketika menyeleksi batumulia pada tipe ini kita dapat mengharapkan hampir bersih dari inklusi di handloupe. Batumulia pada tipe ini adalah-Aquamarine, Morganite, Yellow Beryl, Chrysoberyl, Kunzite, Danburite, Smoky Quartz, Blue Topaz, Blue Zircon, White Zircon, and Tanzanite.

Type 2– Batumulia pada tipe ini bisa ditemukan inklusi tapi bisa terlihat bersih jika dengan kasat mata (eye clean). Batumulia pada tipe ini adalah- Apatite, Alexandrite, Corundum, Diopside, Fluorite, Garnet, Iolite, Peridot, Quartz (hampir keseluruhan variannya), Spinel, Tourmaline (hampir keseluruhan kecuali green, Rubellite, dan Watermelon) dan Natural Zircon (kecuali warna biru)

Type 3 – Batumulia pada tipe ini selau ditemukan dengan inklusi yang signifikan, bahkan untuk kualitas yang tertingginya sekalipun. Batumulia pada tipe ini adalah-Emerald, Red Beryl, Idocrase, Kyanite, Prehnite, Sphalerite, Sphene, dan Tourmaline-Rubellite-Watermelon.

Beberapa dealer batumulia menggunakan istilah VVS dan VS untuk gradasi batumulianya. Dikarenakan ini adalah istilah yang bersangkutan dengan gradasi berlian, menurut kami hal ini tidak terlalu tepat dan juga dapat membingungkan pelanggan yang memang jarang dari mereka faham akan istilah-istilah ini. Cara yang terbaik adalah menggunakan cara  gradasi kejernihan sesuai fungsinya, dimana batumulia dinilai dengan-bisa terlihatnya inklusi dengan kasat mata atau dengan loupe (kaca pembesar) 10x. Kita bisa menggunakan istilah “loupe clean”, “almost loupe clean”, “eye clean’, very slightly included”, dan seterusnya.

Batumulia yang berbentuk cabochon di gradasi dengan terminologi yang berbeda, cara terbaik adalah dengan memberikan istilah-“transparent” (tembus cahaya) tidak terlihatnya inklusi, lalu “translucent” (tembus cahaya tapi tidak transparan) dan yang terakhir adalah “opaque” (tidak tembus cahaya sama sekali). Batumulia dengan tingkat kejernihan “translucent” contohnya seperti Chrysocolla in Chalcedony dan Chrysoprase dan “opaque” contohnya seperi Jasper, Shell, dan lainnya.

-Faceted-
IF-Loupe clean-Internally flawless; bebas dari inklusi.
VVS-Almost loupe clean-very, very slight inclusions; inklusi hampir tidak terlihat dengan pembesaran 10x.
VS-Eye clean-very slight inclusion; sedikit inklusi bisa terlihat dengan mata yang terlatih atau dengan pembesaran 10x.
SI-Slightly included-inklusi kecil dapat terlihat dengan kasat mata
I1-Included-inklusi terlihat dengan jelas

-Cabochon-
Tranparent-Tembus cahaya, bisa memiliki inklusi seperti rutile dan lainnya.
Translucent-Tembus cahaya tapi tidak transparan
Opaque-Tidak tembus cahaya sama sekali.

 

Sebenarnya, standarisasi gradasi kejernihan atau warna di batumulia (selain berlian) itu belum bersifat umum, tapi kita bisa mengikuti bagaimana cara mereka melakukan hal ini di berlian, walaupun kemungkinan terjadi perbedaan yang signifikan. Warna (color), clarity (kejernihan), cut (potongan), dan weight (berat) adalah faktor utama pada berlian, sedangkan di batumulia, warna merupakan faktor utama, penilaiannya bisa mencapai 60-70%, tentu tanpa melupakan faktor lainnya seperti tingkat kejernihan yang masih bisa di toleransikan pada batumulia, tapi tidak pada berlian.

3.Cut (potongan)
Cara atau metode pemotongan secara dramatis ber-efek terhadap tampilan sebuah batumulia. Mempertahankan berat serta menunjukkan warna dan kecemerlangan yang optimal. Setiap bagian dianalisis untuk menghadirkan pemotongan yang sempurna. Jadi bagaimana kita menilai bahwa metode/pola pemotongan pada sebuah spesimen?

Sebuah batu mulia yang dipotong dengan baik dapat mengatasi permainan cahaya; batu mulia menjadi ‘hidup’ dengan kecemerlangan yang terlihat ‘bermain di setiap sisi-sisi facet.’ Lihatlah lebih dekat. Seharusnya tidak ada daerah yang ‘gelap’ (extinction) atau zona-zona yang berjendela (window); harus ada pembiasan cahaya yang konsisten diseluruh bagian.

Batu mulia dipotong dalam berbagai gaya dan bentuk. Sebagian besar dipotong seperti berlian (faceted). Selain faceted, batu mulia juga dipotong/dipoles berbentuk cabochon untuk dapat menghadirkan fenomena yang dimilikinya seperti asterism maupun chatoyancy, serta spesies yang memiliki tingkat kejernihan yang rendah maupun tingkat kekerasan yang rendah juga biasanya dipoles/dipotong cabochon.cuttt

4.Carat Weight (Berat timbangan)
Carat atau karat adalah satuan unit yang digunakan untuk menimbang berlian atau batu mulia lainnya. 1 karat sama dengan 200 miligram atau 0,20 gram. Batu mulia biasanya diberi harga berdasarkan per-karat yang tergantung pada kualitasnya.

Selain berat timbangan, batu mulia juga diukur berdasarkan diameternya (mm). 2 buah batu mulia dari jenis yang berbeda, dengan ukuran yang sama dapat bervariasi dalam berat timbangan. Hal ini terjadi dikarenakan kedua jenis spesies/varian ini memiliki berat jenis (specific gravity) yang berbeda, contohnya; Opal yang memiliki berat jenis di angka 2.15 (+/-) dan Korundum yang memiliki berat jenis 4.00 (+/-).

Secara garis besar, yang dimaksud berat timbangan keseluruhan ini termasuk dalam hal yang penting dalam menilai sebuah batu mulia adalah ukuran yang semakin besar semakin baik. Tapi perlu diingat bahwa ada beberapa jenis spesies/varian yang tidak selalu hadir atau tersedia dengan ukuran-ukuran besar.

Terima kasih
Jesse Taslim

Refrensi: Gemological Institute of America & Angara the gemstone destination

SaveSave

SaveSave

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s