Batu mulia terdiri dari non organik (an-organik) dan organik – yang berformasi tidak dari mahluk hidup adalah non organik dan yang berformasi dari mahluk hidup adalah organik, seperti contoh; mutiara, koral, amber, tanduk dan beberapa jenis lainnya adalah batu mulia organik. Non organik maupun organik, keduanya termasuk dari proses alami (natural), bukan hasil dari buatan manusia (sintetik).

Screen Shot 2018-03-15 at 09.10.34
Corundum’s atom

Seluruh Batu mulia, non maupun organik terdiri dari atom. Atom adalah suatu satuan dasar unit dan merupakan unit yang paling terkecil dari sebuah elemen kimia yang terdiri dari satu jenis atom dan kombinasi keduanya dalam membentuk maupun mewarnai batu mulia yang akan lahir. Contohnya; atom dari chromium yang membuat warna merah di ruby, dan atom dari aluminium dan oksigen yang membangun kristalnya. Jenis dan jumlah relatif dari atom-lah yang membuat sebuah batu mulia terdiri dari komposisi kimia, sehingga setiap spesies maupun varian dapat memiliki keunikannya tersendiri. Contohnya Emerald yang terdiri atas kombinasi dari atom beryllium, silicon, aluminium, dan oksigen.

Hampir semua batu mulia adalah mineral. Yang dimaksud dengan mineral adalah:
1.Hasil dari proses alami (natural)
2. Non organik
3. Memiliki komposisi kimia
4. Berstruktur kristal (kaca alami dan Opal adalah pengecualian).

Batu mulia yang dari hasil buatan manusia (sintetik) tidak bisa disebut mineral (ada yang menyebutnya dengan sintetik mineral) dikarenakan tercipta bukan dari proses alami. Walaupun hampir semua batu mulia adalah mineral, tapi hanya beberapa mineral yang terkualifikasi sebagai batu mulia. Untuk menjadi sebuah batu mulia, mineral harus memiliki keindahan (beautiful), ketahanan (durable), dan kelangkaan (rare). Sejauh ini sudah ditemukan sekitar 3000 mineral dan yang terkualifikasi ke batu mulia hanya disekitar angka 200 sampai 300 jenis saja.

Beberapa jenis batu mulia adalah rocks (batuan), yang berarti terbentuk dari beberapa kristal mineral yang bergabung. Contohnya seperti Marble atau turquoise yang terdiri dari kristal-kristal kecil sebuah mineral yang tidak terlihat dengan kasat mata dan Lapis Lazuli yang terdiri dari beberapa jenis yang berbeda akan kristal mineral dari lazulites, calcite, dan pyrite yang dapat terlihat dengan kasat mata.

Ketika mayoritas dari batu mulia adalah kristal yang berstruktur, ada pengecualian seperti contohnya Opal maupun Amber dan beberapa jenis lainnya yang tidak memiliki struktur kristal. Gemologist menyebut batu mulia yang tidak memiliki struktur kristal dengan amorphous. Yang dimaksud dengan struktur kristal adalah atom dari batu mulia yang berpola/bersusun/saling bersambung/berhubungan satu sama lain.

 

Terima kasih
Jesse Taslim

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.