Bulan di angkasa, dari mulainya malam sampai datangnya matahari, bisa terlihat oleh kasat mata yang sebenarnya ia bukanlah sumber cahaya, tapi karena ia mendapatkan sorotan dari cahaya matahari dan memantulkannya kembali ke Bumi. Sehingga akhirnya, kita dapat melihat bulan pada malam yang gelap gulita.Moon and Earth

Bulan tidak transparan, melainkan opaque (tidak tembus cahaya), sehingga mampu memantulkan cahaya yang menyorotinya. Jika ia transparan, maka akan terlihat seperti bulatan cahaya yang tidak memantulkan ke posisi tertentu, melainkan berpijar dan tentu dapat membantu menerangkan dengan menyebar di sebagian wilayahnya saja, dan cahaya Matahari akan terus melanjutkan perjalanannya melewati material yang transparan tersebut. Mengenai berapa jauh dan besarnya, tergantung kuat atau lemahnya sorotan cahaya tersebut dan tentu kemampuan dari objek yang disinarinya.

Bulan, jika berada tepat di tengah sorotan, maka Purnama. Jika mulai bergeser maka Sabit sebutannnya. Bentuknya memang bulat, tapi jika dilihat dari dekat, permukaan Bulan itu berwarna gelap dan tidak mulus, karena adanya benturan-benturan dari meteor. Andaikan permukaan Bulan itu lebih mulus dan tidak berwarna gelap, maka logikanya, ia akan terlihat lebih terang lagi. Seperti ketika manusia-manusia yang berada di luar angkasa melihat Bumi yang berwarna-warni. Lautan terlihat biru, sedangkan daratan terlihat hijau, dan diselingi oleh awan-awan yang berwarna putih.

Earth, Moon, & Sun
Earth, Moon, & Sun

Lalu, bagaimana jika sebuah sumber cahaya seperti Matahari maupun sinar lampu menyinari sebuah permata?

CAHAYA Dan PERMATA 
Sama seperti teori diatas. Permata bukan sebuah sumber cahaya, namun ia dapat memantulkannya kembali ke pupil mata kita. Tingkat transparansi dan pola bentukan potongan atau polesan (cut & polish) sangat berpengaruh dalam hal ini.

Transparency Level:
1.Transparent – tembus cahaya

2.Semi transparent – tembus cahaya tapi tidak transparent.
3.Translucent – tembus cahaya tapi samar.
4.Semi translucent – hampir tidak tembus cahaya.
5.Opaque – sama sekali tidak tembus cahaya.

Cut & Polish:
1.Faceted
atau pola potongan bersegi di permukaan bagian atas (crown) dan bagian bawah (pavilion).

Pola faceting ini khusus untuk spesimen tanpa fenomena dengan level transparency di level transparent. Anatomi berlian perlu dipelajari ketika ingin mendapatkan pantulan cahaya yang sempurna. Istilah “triple excelent” pada berlian ketika dievaluasi bagian potongannya, dapat juga dilakukan untuk color stones lainnya. Angka-angka tingkat kemiringan badan spesimen, antara ‘crown’ dan ‘pavilion’ jika dipotong dengan sempurna, maka cahaya akan masuk dengan baik, lalu terpantulkan kembali dengan baik.
Screen Shot 2018-02-27 at 06.20.28
*Shallow cut – cahaya memasuki pavillion ke sudut rendah dan meneruskan perjalanannya melalui dasar spesimen. Pola ini fokus untuk menampilkan spesimen agar tampak lebih besar saat terlihat dari atas.

*Ideal cut – merupakan potongan yang terbaik karena sudut-sudut yang diperhitungkan, dapat membuat cahaya yang masuk dapat terpantulkan kembali dengan sempurna. Pola ini fokus untuk menampilkan spesimen yang brillian dan indah.

20150630164749_193985
Ideal cut

*Deep cut – Cahaya memasuki pavillion dan memantul ke pavillion ke 2, namun karena sudut “rendah”, maka cahaya meneruskan perjalanannya melalui sisi-sisi spesimen. Pola ini fokus untuk menjaga timbangan (berat) maksimal daripada keindahan yang maksimal.

Amethyst Rough
Dalam menggunakan metode ini, bagi beberapa jenis spesies/varian yang memiliki zona warna (color zoning) perlu dipelajari dengan teliti dan harus dengan penuh perhitungan. Color zoning yang terkena akan menciptakan perubahan warna, atau dapat menghadirkan warna yang lebih acak lagi, bahkan bisa membuat spesimen tersebut menjadi colorless (tidak berwarna).

 Gambar diatas adalah salah satu contoh pola potongan ‘deep’ dan garis potongannya tidak lurus (melengkung) sehingga menghasilkan spesimen yang kurang menarik karena “ber-windows.”

Menurut pengalaman penulis. Jika anda memiliki sebuah permata (contohnya = Spinel) dengan timbangan berat di angka belakang koma masih diatas 0.60ct (misalnya = 3.80ct) dan memiliki garis potongan yang melengkung di pavillion, coba konsultasikan dengan ahli pemotongan/pemolesan anda untuk meluruskan potongan yang melengkung itu, sehingga tidak “membuang” banyak timbangan. Kecuali jika itu memang keinginan anda untuk merubahnya menjadi potongan yang “ideal,” dan angka-angka yang penulis sebutkan diatas itu memang cocok pada beratnya masing-masing, karena semakin besar sebuah permata, maka akan lebih besar lagi timbangan yang berkurangnya.

Kita bisa melihat permata karena ada sumber cahaya yang membantu, dan kita membantu cahaya agar terpantulkan kembali di permata agar lebih sempurna dengan memperbaiki sudut sudut permata.

Artikel ini akan berlanjut ke pola potongan/polesan berikutnya, selamat mencoba.

Terima kasih

SaveSave

Advertisements

8 thoughts on “Cahaya & Permata (+Cut/Polish) Bag 1

  1. Malam pak jasse saya ingin bertanya
    Apa kah batu unixet cat eye sama dengan chrysoberly
    Saya punya batu unixet cat eye origin ny srilanka dan ada yg bilang itu batu chrysoberly

  2. Siang Pak Taslim.

    Adakah rasio/perbandingan yang ideal antara Table : Crown : Pavilion dalam Pola Faceted sehingga memberikan Ideal Cut?

    Salam hormat dan terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.