Petrified Wood Opal From Indonesia

Petrified Wood atau fosil kayu terbentuk ketika sebuah material tanaman terpendam oleh sedimen dan terlindungi dari pelapukan karena oksigen dan organisme. Kemudian, air tanah yang memang kaya akan kandungan mineral mengalir melalui sedimen dan menggantikan bahan tanaman aslinya dengan silica, calcite, pyrite, dan bahan an-organik lainnya seperti Opal. Hasilnya adalah fosil dari bahan kayu alami yang menampilkan karakter detail struktur kayu. Karakter permukaan kayu yang memang tidak rata dan kasar dapat ‘menahan’ atau ‘memperangkap’ mineral-mineral yang melewati kisi-kisi fosil kayu pada masa fosilisasi.

 

This slideshow requires JavaScript.

Mineral Opal dapat menghadirkan fenomena ‘play-of-color’ yang disebabkan adanya bola-bola kecil (0.001 millimeter in diameter) akan mineral Kristobalite yang terlapisi silika, sehingga menyebabkan adanya difraksi dan pola interfensi ketika tersorot cahaya.  Dan Opal yang terdapat di kisi-kisi fosil kayu seperti contoh gambar dibawah:

 

This slideshow requires JavaScript.

Nama gemologi dari spesimen ini adalah Petrified Wood Opal atau Opalized Wood Opal, sedangkan julukan yang biasa digunakan oleh market lokal adalah “Sempur” atau “Black Opal Sempur” dikarenakan karakter fosilnya seperti pohon sempur. Mengenai jenis pohonya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Logikanya, bisa beragam dan bukan merupakan wilayah gemologi lagi.

Salah satu konsentrasi depositnya berada di Provinsi Banten, Jawa Barat. Kawasan Rangkas Bitung, Curug Bitung, dan yang sekarang aktif dituai adalah kawasan Maja.
4ca53ab7ac4489d087f3b20bc9be36be-016807400_1432669658-5196

Petrified Wood Opal juga memiliki treatment seperti oil dan heat yang bertujuan untuk dapat menampilkan fenomena play-of-color, dan juga adanya kami temukan treatment colorless coating yang bertujuan untuk lebih mengokohkan dan membuat tingkat lustre lebih kilau lagi.

Petrified Wood Opal tidak terdapat cukup banyak seperti fosil kayu lainnya. Kebetulan peminat dalam maupun luar negeri akan spesimen ini cukup banyak, sehingga hal ini juga merangsang pakar treatment lokal untuk dapat menemukan metode treatment yang terbaik.

Metodenya dengan cepat silih berganti dan selalu diperbarui (seperti yang tersebar di blog maupun chanel youtube). Selama bukan composite, maka treatment-treatment ini cukup lumrah, dikarenakan untuk mendapatkan Petrified Wood dengan fenomena play-of-color yang baik berada di level yang cukup sulit.

 

Terima kasih
Jesse Taslim

Thanks to: Aishar Rifky, Faisal Akbar, Nur Rahman, Dhery Lonzah, Kamil Al Ghifari & Boy Nughros untuk sample dan informasinya.

Artikel lain: Composite Opal (Manmade)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s