artikel

Pemain Baru Dunia Batu Mulia (Wajib Di Jaga)

Mengajak maupun datangnya sendiri seorang yang baru pertama kali ingin memasuki dunia batu mulia ternyata ada metode yang baik untuk diterapkan. Perlu diingat bahwa dunia ini adalah kebutuhan tersier, sehingga pemain/pendatang baru akan lebih sulit lagi untuk mulai menggeluti dunia ini.

Saya tidak setuju dengan kata ‘gorok leher’ bahkan kata ‘sekolah itu mahal’ ketika kita yang sudah lebih dulu mengenal batu mulia, mulai dari membeli, mengolah sampai menjualnya dan ketika melihat seorang pendatang baru, kepalanya mulai berfikir bagaimana agar mendapatkan keuntungan besar, bahkan mungkin saja dengan cara yang tidak lazim lagi..

“Namanya juga sekolah, apalagi batu mulia, ya mahal!”

kata senior yang baru saja mendapatkan keuntungan dari pemain baru. Tersenyum puas bangga kepada istri dan anak tercinta. Dapur pun ‘ngebul’ walaupun dari cara ‘ngibul’-mungkin bukan menipu dengan menjual sintetik atau kaca dengan natural, tapi tetap saja rotasi kehidupan keadilan bagi manusia akan sedikit tersendat.

“Kita sedang tidak hidup di sebuah oase yang sedang mengering, yang dikelilingi oleh makhluk-makhluk kehausan dan kelaparan dan diisi oleh makhluk-makhluk yang sudah mengembung dipenuhi air dan makanan”

 Apakah batu mulia itu?, bagaimana cara membelinya?, apakah bisa diolah lagi agar menjadi lebih baik?, jualnya bagaimana?, memastikan keasliannya bagaimana?, dan masih ada beberapa pertanyaan positif lainnnya yang seharusnya juga diberikan dengan jawaban-jawaban yang informatif kepada mereka yang baru saja memulai menggeluti dunia batu mulia ini.
Mereka bukan mangsa baru, mereka adalah harapan baru bagi berputarnya pasar batu mulia Indonesia secara terus menerus dan lebih berkualitas lagi tentunya.
Mari kita bayangkan jika ada 10 pendatang baru, yang baru saja memulai menggeluti dunia ini dan sudah terkena “biaya sekolah yang tidak murah” Mungkin hanya 3 yang memang memiliki mental kuat dan kemungkinan 2 yang memang masih memiliki ketertarikan batu mulia, sedangkan sisanya merasa tertipu dan mulai melirik dunia lain selain batu mulia.
Akhirnya, pemain baru pun tidak begitu banyak. Kita lupa bahwa dunia ini bisa diciptakan dengan baik dan berguna bagi anak-cucu kita nantinya. Semakin banyak pendatang baru, maka semakin banyak interaksi, semakin banyak interaksi maka semakin banyak perputaran ekonomi di bidang ini, semakin berputar tentu semakin meriah lagi.

“Setidaknya ketika bertemu dengan si pendatang baru itu, jangan sungkan-sungkan untuk menebarkan cinta”

 

Jesse Taslim
Terima kasih

SaveSave

SaveSave

SaveSave

SaveSave

SaveSave

Categories: artikel

Tagged as: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s