artikel

kontes batumulia di Indonesia

Kontes batumulia mungkin tidak jauh berbeda dengan kontes burung, ikan maupun kontes lainnya. Tapi kontes terakhir yang kudatangi (juga tidak berbeda dengan kontes kontes yang kudatangi sebelumnya), mengingatkan kepada sebuah game yang paling kugemari, yaitu Sam kok atau dengan nama lainnya Romance of three kingdom (strategy/RPG).

Tidak berbeda dengan gamenya, dikontes juga bertebaran jendral-jendral seperti Cao-Cao, Liu Bei, Yuan Shu, Ma-Teng, Sun Jian, Dong Zhuo, Gongsun Zan, Lu Bu, Zang Lu, dan lainnya. Ada jendral yang berusaha memasuki ‘pemerintahan’, juga Jendral yang kebingungan melihat situasi baru, dan tidak luput jendral yang pulang sebelum masa peperangan berakhir.

Tapi yang lebih menarik adalah adanya manusia manusia nomaden, yang sering mengikuti kontes-kontes di beberapa kota berbeda dengan niat untuk menambah pemasukan keluarganya, memperkenalkan barang dagangannya, lalu juga mengikuti kontes dan mengharapkan menjadi pemenang, dan juga tidak lupa, ada yang sedang menunggu mangsa-mangsa barunya.

Dengan penyelenggara yang berbeda dan tentu dengan juri yang berbeda pula, sehingga kesempatan menjadi pemenang pun semakin besar. Dengan menjadi pemenang tentu nilai batumulianya bisa bertambah berkali-kali lipat.

Bangsa nomaden yang katanya sudah hampir punah, sekarang sudah berganti baju. Dulu yang menggunakan unta dan kuda serta tinggal di dalam tenda, sekarang sudah menggunakan pesawat, mobil dan tinggal di hotel. Mereka saling kenal dan faham satu sama lain, namun yang pasti mereka tidak memiliki sebuah wadah pemersatu sehingga sangat mudah sekali diboncengi oleh mereka yang memang tidak pantas diberi gelar jendral.

Paling tidak, dengan adanya wadah pemersatu neo-nomaden (boleh jika kita sebut mereka sebagai ini), keuntungan yang didapat akan lebih banyak lagi. Tidak sedikit dari mereka yang merasa dikecewakan oleh kontes-kontes yang mereka ikuti. Contohnya seperti penipuan yang dilakukan penyelenggara sehingga tidak terlaksananya kontes tapi biaya sudah dikeluarkan, lalu keuntungan lainnya adalah menyeleksi juri kontes, juri yang sudah dikenal pernah ‘cacat’ maka otomatis tidak akan dipanggil lagi oleh penyelenggara atas permintaan neo-nomaden, dan juga dapat melindungi mereka dari beberapa neo-nomaden lainnya yang ‘nakal’ seperti menutup pembeli untuk tidak ke tempat peserta lainnya, menjatuhkan batumulia dagangan peserta lain, bahkan tidak jarang saya dengar dari beberapa orang bahwa ada yang berani menjual barang-barang palsu (tentu mengakunya tidak palsu) dengan harga yang tinggi.

Hanya dikarenakan memiliki skill marketing, yang sebenarnya ini adalah penipuan yang dirubah menjadi peluang. Tentu hal ini jika dibiarkan akan membuat tamu pendatang kontes menjadi trauma dan akan merugikan peserta kontes lainnya, secara langsung maupun tidak langsung.

Saya rasa, penyelenggara-penyelenggara kontes batumulia yang baru akan terus bermunculan dan neo-nomaden yang baru juga akan lahir terus-menerus. Dengan adanya wadah pemersatu, mereka bisa saling mengenal, menjaga satu sama lain, dan saling menghormati, sehingga peserta, juri, dan penyelenggara akan berfikir dua kali untuk melakukan hal yang tidak baik.

Namanya juga kontes, pasti minim pendidikan, pasti yang dikedepankan adalah perlombaan, tidak ada yang salah dalam hal ini, karena namanya juga kontes, bukan pameran dan pendidikan batumulia. Namun sifatnya hanya akan mendidik manusia Indonesia untuk menjadi pedagang, bukan ilmuwan. Tentu dengan adanya wadah neo-nomaden yang jujur, bisa mencetak manusia Indonesia yang jujur dalam perdagangan, juri-juri yang jujur, dan penyelenggara yang jujur. Semakin banyak yang jujur, tentu dunia batumulia Indonesia akan semakin terang berderang dan berjalan dengan lebih stabil lagi.

Dan yang sebenarnya menjadi pemenang adalah batumulianya, bukan manusianya.

Terima kasih

Jesse Taslim, G.G.
IMG_5250 IMG_5185 IMG_5251 IMG_5108

DSC_0110 DSC_0297

IMG_5009

2 replies »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s