Composite Opal (ManMade)

55 thoughts on “Composite Opal (ManMade)”

  1. Salut utk GRI dan Pak J. Taslim
    Edukasi dan informasi sangat perlu utk kita semua pencinta batu mulia nusantara.
    Kembangkan terus GRI.
    Bravo

  2. salam om Jesse,
    akhirnya saya menemukan blog yang sangat bagus artikel-artikelnya tentang batu mulia dari pakar di indonesia, dan pastinya bisa menjadi referensi bacaan bagi pecinta batu mulia pemula, ditengah banyaknya kesalah pahaman tentang batu mulia ditengah masyarakat kita terlebih lagi sangat sangat suka dengan jawaban2 om untuk pengunjung blog ini…saya tunggu artikel berikutnya
    best regard

  3. Hebat…..orang2 spt kalian lah yg diperlukan dijaman skrng….kecerdasannya sesuai pda tmpnya…bukan utk menyesatkan tp utk membantu…terima kasih

  4. Slamat malam Pak Jesse Taslim.
    Pada memo lab dari GRI, komen black opal saya adalah ‘treatment’. Bisakah bapak memberikan sedikit penjabaran mengenai treatment dimaksud? Atau saran apa agar saya bisa mengetahui lebih lanjut.
    Terima kasih.

    1. selamat pagi pak,

      ‘Treated’ yang dimaksud di dalam batu Opal adalah adanya treatment ‘sugar’ atau ‘smoke’, treatment ini dilakukan agar badan Opal bisa memiliki warna yang lebih gelap dari sebelumnya. Tanda yang di tinggalkan oleh treatment ini adalah ‘black spot’,titik-titik hitam di permukaan yang hanya bisa dilihat dengan Mikroskop. Tapi jika anda sudah terlatih, maka dengan menggunakan handloupe 10x saja sudah bisa terlihat.

      Terima kasih

  5. Pak mau tanya lh. Di comment memo ada tulisan: natural black opal coated with colourless resin. Dan conclusion: resin coated black opal. Ini artinya apakah bahan natural bobtp jarongnya tidak natural? Atau bahan bo natural ditreatment colourless resin sehingga timbul jarong, tp jarongnya tetap natural krn tetap berasal dari silika bo natural tsb? Mohon petunjuk. Trims

    1. memang composite banyak caranya pak, ada yang seperti coating dan ada juga yang memang keseluruhannya adalah composite. bisa saja si pembuat memang menggunakan bahan opal asli didalammnya, fosil katu, atau mungkin batuan lainnya lalu di coating dengan resin yang di campur dengan taburan bubuk opal (natural/sintetik), tapi untuk memastikan bahan dasarnya, ini diperlukan pengetesan yang dapat merusak batu.

  6. pak jasim””maaf mau nanya,,,,saya punya bo uda mulai jarong ,tapi dalam peroses treat dg minyak dan panas matahari,,,,,,,,,banyak kabut2 warna hitam naik di permukaan batu,,,,kira2 yg berwarna itam itu apa ya,,,,makasi

  7. Mau tanya dong… black opal africa apakah disenter tembus dan warna merah? perbedaan dengan masakan apakah opalnya tembus cahaya jg?

  8. Siang Mr Jesse
    Mau tanya apakah black opal kalimaya sama dengan yang di market disebut black opal sempur (dari fosil kayu sempur)?
    Mohon pencerahannya. Many thanks

    1. Sore pak,

      fossilized Wood Opal adalah salah satu varian dari spesies Opal. Black Opal, Fire Opal juga adalah varian dari spesies Opal. Dalam dunia batu mulia ini ada spesies dan variannya pak, contoh lainnya seperti spesies Chalcedony yang memiliki banyak varian, Chrysocolla in Chalcedony, Chrysoprase, Agate, Jasper dan lainnya adalah varian dari spesies Chalcedony.

      Fossilized Wood Opal adalah Kayu yang memfosil dengan/bersamaan/di Opal, sedangkan Black Opal adalah Opal yang memiliki warna Hitam, bisa mengandung kecoklatan, kebiruan, maupun keabu-abuan.

      Terima kasih

  9. Artikel yg sangat bermanfaat. Saya mau tanya pak, saya baru saja membeli black opal afrika via online. Ketika saya lihat menggunakan luoupe 60X di dalam batu terlihat seperti ada gelembung-gelembung kecil, tetapi jika dilihat secara kasat mata gelembung-gelembung tsb hampir tidak terlihat. Yang saya tanyakan apakah adanya gelembung-gelembung tsb menandakan black opal yg saya beli tsb adalah sintetis/imitasi? Dan apakah pada batu natural harus tidak ada gelembungnya? Mohon pencerahannya, terimakasih.

    1. Seharusnya dilihat di mikroskop agar lebih pasti, dan mengenai gelembung memang bukan tanda dari sintetik Opal. Sintetik Opal di lihat dari play of color (kembang), karakternya seperti ‘kulit ular’ (snake’s skin). Terima kasih

  10. Maaf pak Jesse bertanya lagi,
    Semisal saya kirim ke GRI batu sempur hasil galian dari Lebak yang sudah memiliki play of color, apakah nanti di memonya tertera fossilized wood opal ataukah natural black opal?
    Terima kasih.

  11. Hallo om jesse, saya suka webnya, artikel2nya ngebantu banget buat kita yg awam tentang gemstone. Btw, kok saya nyari2 artikel tentang blue sapphire ngga ada ya? Bikin dong om, mau tau perbedaan yg natural sama yg sintetis, supaya kalo mau beli udah punya ilmunya sedikit, jadi ngga gampang ketipu.. hehe
    Sukses selalu!🙂

      1. Om jesse mohon pencerahan saya baru beli black opal bentuk liontin trus aq lab kan dicomment nya composite apakah berati itu opal asli atau sintetis om mohon pencerahannya

  12. selamat malam pak jesse, mau bertanya jika selama ini dan setahu saya waktu “mentreadment” sebuah batu black opal agar mempunyai color of play ( kembang jarong) ada yang memakai oil sebagai metode treadmentnya. ketika di buatkan memo dalam lab nantinya apakah dalam kartu memo nanti ada kata treadment by oil ataukah tidak ya pak. trimakasih pak jesse

  13. Maaf klo sy bilang pengetahuan anda masih harus di perdalam lagi ttg hasil yg dikeluarkan dr tanah banten. yg saya maksud tentang boulder opal atau yg sering kita dengar nama lab nya composite opal.sy sempat kroscek di tanah banten bahwa jangan kan fosil kayu nya yg biasa mengeluarkan jarong bahkan lumpur nya.pun dgn mata kepala sy sendiri ad jarong dan ad beberapa jenis bolder opal dr beberapa jenis batu dan daerah yg mengeluarkan jarong.alam.cmn salah nya dr segi proses kadang org ga buat batu itu natural mrk buat sesuai keinginan mereka menjadi warna hitam melalui proses pembakaran atau getah jantung pisang.biar jarong bs keliatan dominan

    1. Terima kasih atas masukannya, seharusnya composite dan boulder wajib dipisahkan, keduanya tidak sama. composite adalah buatan manusia sedangkan boulder adalah hasil dari alam, terima kasih.

  14. selamat pagi Mr. jesse semoga tetap sehat selalu.

    ada beberapa hal yang saya ingin tanyakan kepada Mr. jesse

    1. apakah natural opal dari afrika (blackopal / white opal ) tidak dianjurkan terkena cairan ?
    karena menurut beberapa sumber, natural opal dr afrika sudah melalui tretment smoke dan tidak dianjurkan terkena cairan.

    2. bagaimana cara terbaik merawat batu jenis natural opal ?

    3. apakah jarong pada natural opal bisa hilang ? dan apakah bisa muncul kembali jika sudah hilang ?

    4. apakah suhu panas dan dingin bisa mempengaruhi batu natural opal ?

    terima kasih Mr. jesse

    salam sukses

    1. Selamat siang pak Hengki,

      1. Opal dari Afrika ada yang belum di treatment, juga ada yang sudah di treatment. Opal adalah salah satu batuan yang berpori-pori (porous) sehingga cairan bisa dengan mudah ‘meresap’ kedalam, kemungkinan inilah yang menjadikan Opal dilarang terkena cairan, karena volume air di dalam dapat mempengaruhi transparansi Opal tersebut, apalagi dengan Opal yang sudah di treatment, biasanya meninggalkan tanda ‘blackspot’ di permukaan, maksudnya ada tanda/garis-garis hitam dipermukaan, jika volume air meningkat dan transparansinya bertambah, kemungkinan besar ‘blackspot’ tersebut akan semakin terlihat. Mungkin inilah sebabnya dianjurkan utnuk tidak terkena cairan.

      2.Opal tidak perlu perawatan khusus. Tidak perlu ditambahkan macam-macam hal.

      3.Mungkin ‘redup’ adalah kata yang tepat, volume air dan suhu sekitar dapat mempengaruhi hal ini.

      4.bisa pak, panasnya suhu dapat membuat air di dalam menguap.

      Terima kasih
      Salam sukses

  15. berarti natural composite (yg saya lht di fb jenis batunya pirus dan ktnya sdh di labkan dan keluarnya “natural composite”) itu buatan manusia pak? tlg pencerahannya makasih

  16. Terima kasih atas artikel yg sangat bermanfaat ini.
    Keep on good work.

    Saya ingin menanyakan, kenapa kalimaya Banten tulen jika dimemokan , tertulis originnya berasal dari Afrika? Apakah belum ada riset atau paper tentang kalimaya Banten, sehingga para gemolog kekurangan atau bahkan tidak memiliki referensi untuk menentukan originnya? Hal ini akan berdampak buruk bagi stakeholder di industri kalimaya Banten.

    Masa depan kalimaya Banten ini akan seperti Ruby/Sapphire Kamboja, outstanding quality gemstone namun depleted karena eksploitasi besar2an pada deposit yang kecil.

    Terima kasih ( again but not last😀 )

    1. Memastikan origin untuk kalimaya memang tidak seperti batu lainnya. Yang biasanya dengan inklusi dan reaksi equipment, namun kalimaya lebih ke karakter fenomena dan sifat dari kristalnya. Riset dan contoh bahan tentu diperlukan, tinggal labnya yang mau ‘ngulik’ atau ‘santai-santai’ saja. Kebetulan juga, pit kalimaya kita termasuk banyak titik dan dengan karakter yang berbeda beda, tapi ada beberapa deposit kita yang memiliki karakter hampir sama dengan lightning ridge maupun cober peddy Australia. Begitu juga dengan Ethiopia yang bisa memiliki karakter yang sama dengan Mexico.

      Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s