artikel

Batu Mulia dan Perjalanannya (Bagian 4)

Dr. Jones, dengan kristal Ruby istimewa yang di dapatnya dari Mr Wu, sedang dalam perjalanannya menuju Bangkok untuk bertemu temannya yang memang ahli dalam memotong bahan sehingga menjadi batu permata yang siap di gunakan. Setelah dua hari, dia pun beranjak pulang ke rumahnya di Geneva, Swiss untuk mengikutsertakan Ruby yang dimilikinya di dalam sebuah pelelangan. Tentunya, hal ini memerlukan sebuah strategi yang jitu, salah satunya adalah menyertai Ruby tersebut dengan sebuah sertifikat. Memang, hanya sebuah laboratorium gemologi-lah yang dapat memberikan penilaian objektif terhadap keaslian sebuah permata, sehingga lebih mempermudah bagi seorang pembeli potensial mendapatkan informasi.
296957_170847236342549_2025696981_n

Sebuah Lab permata telah memeriksanya, dengan identifikasi ‘Natural Ruby’, ‘No Treatment’, dan dengan asal muasal (origin) dari sebuah negara yang bernama Mozambik. Sertifikat ini akan menemani Ruby Dr. Jones sampai ke pelelangan. Asal muasal atau origin, memang dapat menjadi sebuah senjata marketing yang ampuh. Dr. Jones faham bahwa banyak yang akan menyukai dan mencoba untuk memiliki sebuah Ruby dengan kualitas yang baik, ukuran yang cukup besar dan juga berasal dari sebuah deposit/tambang yang cukup terkenal.

Sebelum membawanya ke tempat pelelangan, Dr Jones juga harus memutuskan sesuatu: Apakah harus diikat terlebih dahulu?, dia memutuskan untuk menjualnya secara lepasan, membiarkan pembelinya untuk mendesain sendiri bagaimana perhiasannya nanti.

Madam Gigot, adalah pelanggan tetap katalog dari sebuah rumah pelelangan terkenal di kotanya. Selain estimasi harga, katalog ini juga memberikan informasi keseluruhan akan benda-benda penting yang akan diikutsertakan di dalam pelelangan. Didalam sebuah halaman, Madam membaca tentang Ruby yang dimiliki Dr.Jones. Ketika dia mengangkat tongkat yang berbentuk seperti dayung itu dan memenangkan lelang dengan harga 110 juta, Dr. Jones telah menemukan pembeli potensialnya.
SAA_Issue7_2012.jpg.webrend.186.231.png

Di Geneva, Madam telah menyerahkan Ruby itu kepada seorang ahli pembuat perhiasaan langganannya yang memang biasa mendesain seluruh koleksi perhiasannya. Ruby Mozambik tanpa treatmentnya, akan di desain bersamaan dengan beberapa berlian putih, sehingga akan terlihat cantik ketika terpasang di jari manisnya.

Jakarta, di pinggir sebuah pantai, pasangan yang sedang berbahagia merayakan hari pernikahannya itu, sedang makan malam. Delapan buah emerald yang terpasang di sebuah liontin platinum pun terlihat gemerlap, terkena sinar lilin-lilin  meja makan.

Dan Minke, di benua yang berbeda, Amerika, telah menerima kiriman sebuah liontin perak yang dihiasi oleh sepuluh buah Spinel, yang dibelinya dari sebuah stasiun televisi belanja. Perhiasan yang dibuat secara masal di negeri Cina untuk pasar Amerika, dan Minke sudah tidak sabar untuk memperlihatkannya kepada teman teman kerjanya.
_MG_0028_fmt

Batu mulia memang melewati banyak tangan dalam perjalanannya menuju para pelanggan. Di mulai dari penambang hingga ke agen permata, lalu ke ahli pemotongan, bisa juga mampir di ahli treatment, perusahaan perhiasan, laboratorium permata, hingga terpajang di outlet dan akhirnya sampai di tangan para pemiliknya.

Terima kasih

(Jesse Taslim, G.G)

11 replies »

  1. Terimakasih atas cerita perjalanan permatanya yang sangat menarik, sangat menambah wawasan saya mengenai batu permata.Semoga dilanjut dengan artikel-artikel menarik lainnya. Bravo Bung Jesse !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s