Batu Mulia dan Perjalanannya (Bagian 2)

Di suatu pagi nan cerah di Chantaburi, Mr Wu menginjakkan kakinya di sebuah kantor yang berbentuk seperti ruko, kantor pribadinya. Lantai 1 yang diisi oleh admin, lantai 2 yang diisi oleh beberapa pegawai yang sudah memiliki kemampuan untuk menyeleksi, dan lantai teratas terdapat ruangan pribadi Mr Wu beserta sekretaris dan beberapa tenaga ahli seniornya.

Mr Wu dan tenaga ahli seniornya memang silih berganti bepergian dalam mencari bahan. Emerald dari Kolombia dan Spinel dari Burma pun menghiasi meja tengah yang berada di lantai 3 kantor tersebut. Akhirnya mereka pun membicarakan tentang bahan bahan yang mereka dapatkan sambil sesekali mampir ke teras untuk melihatnya di bawah sinar matahari.
emeralddd
Chantaburi, sebuah kota yang berjarak sekitar 3 jam dari ibukota Thailand, Bangkok. Kota yang relatif cukup kebal terhadap krisis yang melanda seluruh Thailand, kota yang berkembang di dekat pertambangan dan makmur setelah menjadi pusat pemotongan atau pemolesan batu mulia, meskipun pertambangannya sudah tidak mampu lagi memberikan pasokan yang signifikan. Memang pertambangan batu mulia di Thailand tidak lagi menjadi industri, namun sudah menjadi tempat kunjungan wisata edukasi.

Chantaburi telah mampu menjadikan dirinya sebagai pusat perdagangan batu mulia. Cara pemotongan yang baik dan beragam, banyaknya pelaku treatment, dan pasar yang banyak dikunjungi pembeli dari manca negara dapat menjadi magnet sehingga para pakar bahan batu mulia terus menerus mengirimkan bahan bahannya ke kota ini.
Chanthaburi_City

Di kantor Mr Wu penyeleksian pun dimulai, dimulai dari jenis, ukuran, warna, dan bahan yang perlu di treatment maupun bahan yang tidak perlu di treatment. Sehingga akhirnya bahan-bahan itupun sudah siap untuk di pasarkan di pasar komersial, pasar menengah dan pasar kelas atas.

Pasar komersial yang disebut juga dengan low-end market, adalah sektor untuk batu mulia yang berkualitas rata rata dan berukuran kecil. Dibentuk dengan ukuran yang berkalibrasi, biasanya dengan bentuk bulat dengan diameter 2-mm dan 3-mm, dan 6×4-mm atau 7×5-mm untuk bentuk oval. Sektor ini dapat memenuhi permintaan akan perhiasan yang diproduksi secara masal dengan harga yang cukup rendah. Industri perhiasan dan pelaku pasar membelinya dengan hitungan ribuan tanpa dengan seleksi yang cukup ketat.
lot

Di pasar menengah alias the middle market, Batu mulia dengan jumlah yang lebih sedikit dari sektor komersial sudah dipersiapkan dengan ukuran yang lebih besar, bisa dengan ukuran yang berkalibrasi atau satuan dan tentu dengan potongan yang lebih sempurna. Pembeli melakukan seleksi yang lebih ketat dalam sektor ini, dikarenakan mereka siap membelinya dengan harga yang lebih tinggi. Di sektor ini, warna, potongan, dan kejernihan, lebih diperhitungkan dari pada sektor komersial.
multi

Batu mulia di pasar kelas atas atau bahasa inggrisnya the high end market, memiliki kualitas yang tinggi. Tentu dengan harga yang tinggi dan biasanya digunakan untuk perhiasan perhiasan ‘hand made’. Area ini adalah area yang paling selektif, dikarenakan nilai individu batu mulia cukup tinggi ketika pelaku pasar  membelinya untuk membutuhi permintaan pelanggannya. Keseluruhan keindahan batu mulia di sektor ini sangat penting. Kelangkaan, warna yang khusus dan ukuran yang besar adalah faktor khusus untuk sektor ini.
rubyyr

Bersambung ke: https://jesse-taslim.com/2014/10/21/batu-mulia-dan-perjalanannya-bagian-3/

(Jesse Taslim, G.G)

Advertisements

One thought on “Batu Mulia dan Perjalanannya (Bagian 2)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s