“Minimnya ilmu adalah peluang bagi penipuan”

This slideshow requires JavaScript.

Kaca (glass) telah menjadi yang paling populer dan paling umum digunakan untuk menjadi tiruan (imitasi) dari banyak permata. Ia Memiliki kemampuan untuk meniru di hampir seluruh karakter permata alami, mulai dari transparan sampai tidak transparan, dan memiliki seluruh warna. Berlian, Rubi, Safir, Zamrud, Chalcedony, Chrysocolla, dan lainnya hanya beberapa nama saja yang bisa ditiru oleh Kaca (glass). Namun, menganalisanya tidak terlalu menyulitkan dibandingkan batuan sintetik. Kaca (glass) bisa langsung dikenal dikarenakan adanya tanda inklusi seperti gas bubble (gelembung udara), swirl marks (tanda swirl), crystal (kristal) dan defretification (defretifikasi). Jika inklusi inklusi tersebut tidak terdapat maka fisik properties seperti refractive index (indeks bias) dan specific gravity (berat jenis) bisa membantu dalam mengidentifikasinya.

 

374211_181480631945876_346517151_n
Gas Bubble
A033 - 20140623_100531
Swirl Marks
A033 - 20130307_103628
Devitrification & Crystal

Macam-Macam Kaca (Glass) yang dibentuk menjadi Batu Permata

A. Cats Eye Glass
Dengan berat 9.22 ct, refractive index 1.50 dan specific gravity 2.59, dengan inklusi yang berada di permukaan yang disebut dengan “honey comb” untuk menghasilkan efek chatoyancy (cats eye).

Honey Comb Pattern
Honey Comb Pattern

B. Color-Change Glass
Dengan berat 3.01 ct, refractive index 1.55 dan specific gravity 2.86, Kaca yang dipanaskan bersamaan dengan beberapa macam logam dapat menghasilkan efek color change.

 C. Composite Glass
Dengan berat 5.09 ct, refractive index tidak terbaca dikarenakan permukaan kurang sempurna dan specific gravity 2.10, beberapa kaca (glass) yang berbeda warna lalu ditempel menjadi satu.

def copy

D. Goldstone Glass
Dengan berat 9.19 ct lalu refractive index 1.48 dan specific gravity 2.35, Goldstone adalah sebuah jenis kaca yang menghasilkan efek kemilauan di permukaannya yang terbuat dari potongan tembaga.

Copper in Goldstone Glass
Copper in Goldstone Glass

E. Glass
Dengan berat 11.93 ct refractive index yang tidak terbaca dan specific gravity 2.52, Glass ini memang dibuat dan dibentuk agar bisa meniru Natural Moldavite (Tektite).

F. Glass
Dengan berat 1.075 ct dengan inklusi gas bubble, concoidal fracture, dan swirl marks. Ketika bahan ini datang, ada beberapa bagian yang mengandung unsur tanah sehingga memberi kesan bahwa bahan ini memang datang/diambil dari dalam Bumi.

Elongated Gas Bubble
Elongated Gas Bubble

G. Glass
Dengan berat 16.67 ct, refractive index 1.52 dan specific gravity 2.48, memiliki inklusi gas bubble.

Gas Bubble
Gas Bubble

H. Glass
Gengan berat 17.90 ct, refractive index 1.55 dan specific gravity 2.20, dengan tampilan zona warna yang berlapis dapat memudahkan untuk memisahkannya dengan batuan Natural.

I. Glass & Quartz Doublet
Dengan berat 9.29 ct, refractive index 1.73 di bagian atas (crown) dan 1.54-1.55 di bagian bawah (pavilion) dan tentu specific gravity yang akan berbeda dengan keduanya. Glass & Quartz Doublet adalah gabungan dua buah batu yaitu Glass dan Quartz menjadi 1 buah batu permata.

Glass & Quartz Doublet
Glass & Quartz Doublet

Foto diatas menunjukan adanya separasi di pinggang (girdle) sehingga inklusi Quartz yang dibawah tidak bisa mencapai bagian atas, Hal ini dilakukan untuk meniru Emerald, Green Quartz, atau Moldavite.

KONKLUSI
Seperti yang sudah kami terangkan diatas bahwa Kaca (glass) memiliki banyak warna, sehingga memungkinkan untuk meniru permata alami. Kaca (glass) yang dibentuk untuk meniru Moldavite, bongkahan bahan (biasanya datang dengan sebutan Obsidian). Dan juga yang sudah dipoles cabochon sehingga memiliki karakter seperti Chalcedony, dan Chrysocolla in Chalcedony adalah yang paling sering datang di Lab kami selama ini.

Dan tentu masih banyak lagi contoh lainnya yang mampu ditiru oleh glass. Banyaknya produsen glass di muka Bumi yang sudah mampu menghasilkan ribuan formula dan metode dalam menghadirkan kaca-kaca buatan dengan karakter yang berbebeda dan terus menerus berubah dengan meningkatnya teknologi.

Terima kasih

Jesse Taslim

SaveSave

SaveSave

SaveSave

Advertisements

124 thoughts on “GLASS (MANMADE)-KACA BUATAN MANUSIA

  1. Terima kasih banyak Pak Taslim atas ilmunya. Sangat berharga sekali buat saya. Ternyata masih banyak ilmu yang belum saya tahu. Padahal saya main batu sejak masih SMP. Kira2 tahun 94. Itu pun karena ayah dan kakek saya juga kolektor batu mulia dan akik. Sekali lagi terima kasih buat ilmunya Pak.

  2. Sekali-sekali Tolong bahas tentang batu Zamrud Kalimantan Pak. Karena saya sangat sekali batu itu. Dan batu pertama saya adalah batu Zamrud Kalimantan peninggalan Kakek saya.

  3. Bagaimana dengan istilah Royal Blue Sapphire pak Jesse Taslim?, ada salah 1 teman saya menyatakan bahwa Royal Blue Sapphire ini buatan.

    Mohon pencerahannya.

    Terima Kasih

    1. Royal Blue dalam Sapphire adalah ‘gelar’ kebanggaan untuk Sapphire yang memiliki warna memukau. Dan tidak menutup kemungkinan jika sintetik juga memiliki warna ini. Namun sejauh ini, sebaik apapun warna yang terdapat di sintetik, tidak akan pernah diberi gelar tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.